Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Investasi Bodong

Pengakuan Dokter Eva, Putri Johny Indo Soal MeMiles, Sang Papi Tak Tahu Ada Kasus

Saat kasus dugaan investasi bodong MeMiles, Martini Luisa alias dokter Eva diizinkan Mapolda Jawa Timur untuk ikut pemakaman ayahandanya, Johny Indo.

Pengakuan Dokter Eva, Putri Johny Indo Soal MeMiles, Sang Papi Tak Tahu Ada Kasus
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Putri Johny Indo, Martini Luisa alias dokter Eva, tersangka kasus dugaan investasi bodong MeMiles menangis di makam sang ayah di TPU Selapajang Jaya, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020). 

Usai pemakaman, Eva memberikan penjelasan soal penyesalannya itu. Ia menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar.

"Sebagai anak, saya rasa wajar ya saya pengin orang tua saya sehat senyum terus kan. Tapi kehendak Tuhan YME kan beda ya tapi kan saya harus mengikhlaskan juga," kata Dokter Eva.

Baca: ‎Korban Virus Corona Capai 80 Orang, Cina Larang Jual Beli Satwa Liar di Pasar dan Restoran

Baca: Kemenlu RI Ungkap Ada 243 WNI di Cina Tinggal di Daerah Karantina Virus Corona

Martini Luisa alias dokter Eva di pemakaman ayahnya, Johny Indo
Martini Luisa alias dokter Eva di pemakaman ayahnya, Johny Indo (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Eva mengaku sangat menyesal Johny Indo meninggal dunia, disaat dirinya terjerat kasus dugaan investasi bodong MeMiles di Surabaya, Jawa Timur.

"Tapi di hati kita masih ingin terus bersama papi, apalagi saya yang selalu merawat papi jadi saya merasa ninggalin, kok nggak maksimal jagain orang tua. Gitu," ucapnya

Eva menjelaskan selama di Surabaya, dirinya sempat memimpikan Johny. Hal tersebut sebagai tanda kalau ayahnya ingin bertemu dengannya.

"Sampai saya kalau ngeliat orang aja wajahnya mirip kayak papi. Mungkin tandanya papi mau ketemu aku. Cuman ya aku ketemu papi disaat yang enggak enak gini," ujar dokter Eva.

Diberitakan sebelumnya, Johny Indo menghembuskan nafas terakhir di rumah istri pertamanya, di Jalan Tangga Asem, Tangerang, Banten, Minggu (26/1/2020) pukul 07.45 WIB.

Martini Luisa alias Dokter Eva tiba di rumah duka ayahandanya, Johny Indo di Jalan Tangga Asem, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020) pukul 12.00 WIB.
Martini Luisa alias Dokter Eva tiba di rumah duka ayahandanya, Johny Indo di Jalan Tangga Asem, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020) pukul 12.00 WIB. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Sebelum meninggal dunia, pria bernama lengkap Johanes Hubertus Eijkenboom diketahui sesak nafas. Keluarga pun panik ketika Johny sesak nafas yang diduga hanya masuk angin dan kemudian meninggal.

Selain itu, delapan bulan lalu Johny kembali tinggal dengan istri pertamanya karena ia ditinggal oleh keluarga terdahulu yang tidak tahu kemana.

Delapan bulan bersama istri pertama yang diketahui seorang pendeta, Johny kembali memegang keyakinan pertamanya dan terus beribadah.

Halaman
1234
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas