Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Investasi Bodong

Kasus MeMiles Menyeret Banyak Artis, Giliran Siti Badriah dan Judika Dipanggil Polisi

Selama hampir sebulan, penyidik Polda Jatim mengembangkan kasus ini, sedikitnya ada delapan orang publik figur yang telah diperiksa.

Kasus MeMiles Menyeret Banyak Artis, Giliran Siti Badriah dan Judika Dipanggil Polisi
Tribunnews/Herudin
Penyanyi dangdut Siti Badriah 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengungkap lebih dalam keterlibatan banyak pihak dalam kasus investasi bodong via aplikasi MeMiles yang diselenggarakan oleh PT Kam and Kam di smartphone.

Makin dalam diselami kasus ini, makin banyak nama-nama artis yang terseret.

Penyidik Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus menegaskan akan terus memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dari kalangan publik figur.

Selama hampir sebulan, penyidik mengembangkan kasus ini, sedikitnya ada delapan orang publik figur yang telah diperiksa.

Setelah diperiksa, bagi mereka yang terlibat menjadi member MeMiles, membayar sejumlah Top Up, hingga memperoleh barang hadiah bonus (Reward) terpaksa menyerahkannya ke penyidik sebagai barang bukti.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, seharusnya publik figur dari kalangan penyanyi, Judika dan Siti Badriah diperiksa oleh penyidik dalam pekan ini.

Namun, hingga saat ini, pihak penyidik belum menerima konfirmasi kedatangan dari Judika dan Siti Badriah perihal alasan penundaan kedatangan dan upaya reschedule pemeriksaan di kemudian hari.

"Tidak ada konfirmasi. Artinya tidak kooperatif, kalau tidak ada konfirmasi," kata Trunoyudo.

Baca: Ayu Azhari Sebut Axel Gondokusumo Tak Berbuat Kriminal,Jadi Perantara Senpi Ilegal Ingin Bantu Teman

Baca: Besok Polisi Akan Umumkan Hasil Autopsi Lina Mantan Istri Sule, Teddy Curhat Begini, Gugup?

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jatim, Rabu (8/1/2020).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jatim, Rabu (8/1/2020). (SURYA.co.id/Luhur Pambudi)

Menurutnya, bila keadaan semacam ini tak berubah, penyidik bakal melakukan upaya tindakan tegas, entah dengan menjemput paksa.

"Tentu konsekuensinya ada mekanisme SOP untuk memanggil kedua sampai dengan membuat surat perintah membawa saksi," pungkasnya.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas