Tribun Seleb

Kelly Marie Tran, Ungkap Perbedaan Menjadi Pengisi Suara dan Aktris

Kelly Marie Tran selaku pengisi suara (voice aktor) karakter Raya, mengungkapkan perbedaan ketika berakting langsung atau hanya melalui suara.

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Kelly Marie Tran, Ungkap Perbedaan Menjadi Pengisi Suara dan Aktris
Next Shark
Kelly Marie Tran 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walt Disney Animation Studios akan mempersembahkan sebuah film animasi baru yang berlatar di Asia Tenggara, Raya and The Last Dragon.

Kelly Marie Tran selaku pengisi suara (voice aktor) karakter Raya, mengungkapkan perbedaan ketika berakting langsung atau hanya melalui suara.

"Perbedaan ketika saya menjadi voice aktor adalah ketika saya berakting sedang melompat-lompat atau terjatuh tidak terasa sakit, berbeda ketika berakting langsung," ujar Kelly Marie Tran dalam interview virtual dengan Tribunnews Minggu, (21/2/2020).

Kelly juga mengatakan keuntungan sebagai voice aktor ketika Ia berkeskpresi menggerakan anggota tubuhnya tidak mempengaruhi aktingnya.

Raya and the Last Dragon menjadi film terbaru Disney
Raya and the Last Dragon menjadi film terbaru Disney (Twitter @DisneyStudios)

Namun Ia juga mengungkapkan kendala sebagai voice aktor.

"Ada beberapa bagian yang benar-benar aku tidak memahami secara spesifik tentang apa yang terjadi dalam adegan itu," ujar Kelly.

Selain itu, Kelly Marie mengungkapkan bahwa karakter Raya berbeda dari karakter tokoh utama perempuan Disney sebelumnya. Ia juga memuji sosok Raya yang kuat dan tangguh bagaikan seorang pendekar.

Sebelumnya, artis cantik asal Amerika ini memerankan karakter Rose Tico dalam film "Stars Wars: The Last Jedi" tahun 2017.

Film "Raya and The Last Dragon" menceritakan kisah seorang pendekar bernama Raya dan naga terakhir bernama Sisu.

Dahulu kala, manusia dan naga hidup berdampingan di Kumandra. Hingga suatu hari, kejahatan mengancam rakyat Kumandra dan membuat para naga harus mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan negeri tersebut. Kini, 500 tahun kemudian, kejahatan yang sama telah kembali, dan nasib Kumandra bergantung pada Raya untuk menemukan sang naga terakhir guna mempersatukan kembali Kumandra.

Disney’s “Raya and the Last Dragon” merupakan film animasi karya Walt Disney Animation Studios pertama yang mengambil inspirasi dari budaya Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Adele Lim selaku penulis skenario "Raya and The Last Dragon" mengungkapkan, "ketika berbicara tentang elemen dan budaya Indonesia tentu akan terlintas dipikiran seperti wayang kulit, silat, dan musik dari gamelan. Hal ini merupakan yang berbeda dan begitu indah untuk diceritakan."

Selain itu Ia juga menjelaskan dalam proses pembuatannya, menggaet beberapa konsultan budaya Indonesia.
Disney’s “Raya and the Last Dragon” hadir dengan original soundtrack dalam bahasa Indonesia yang berjudul “Kita Bisa”.

Diadaptasi dari original soundtrack film Disney’s “Raya and the Last Dragon” berjudul “Lead the Way” yang dinyanyikan oleh Jhené Aiko, versi bahasa Indonesia lagu tersebut akan dinyanyikan oleh salah satu penyanyi terpopuler Indonesia, Via Vallen.

Liriknya penuh semangat serta iringan musik yang ceria dalam lagu “Kita Bisa” menggambarkan perjalanan Raya dan teman-temannya dalam mempersatukan kembali Kumandra berbekal kerja sama dan kepercayaan pada sesama.

Film ini disutradarai oleh Carlos Lopez Estrada dan Don Hall, dan siap tayang pada Maret 2021

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas