Tribun Seleb

Yayasan Rihanna Sumbangkan 15 Juta Dolar AS untuk Keadilan Iklim

Penyanyi kenamaan dunia, Rihanna menegaskan keyakinannya bahwa perubahan iklim merupakan masalah keadilan sosial.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Yayasan Rihanna Sumbangkan 15 Juta Dolar AS untuk Keadilan Iklim
AFP/RANDY BROOKS
Rihanna Fenty berbicara setelah menjadi Pahlawan Nasional ke-11 Barbados selama upacara Kehormatan Nasional dan Parade Hari Kemerdekaan di Golden Square Freedom Park di Bridgetown, Barbados, pada 30 November 2021. (Photo by Randy Brooks / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Penyanyi kenamaan dunia, Rihanna menegaskan keyakinannya bahwa perubahan iklim merupakan masalah keadilan sosial.

Ia pun menjanjikan donasi sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk gerakan tersebut melalui yayasan miliknya, Clara Lionel Foundation.

Pelantun lagu We Found Love ini pada Selasa kemarin mengumumkan donasi tersebut kepada 18 organisasi keadilan iklim yang bekerja di 7 negara Karibia dan AS.

Baca juga: Resmi Jadi Republik, Barbados Nobatkan Rihanna sebagai Pahlawan Nasional

Baca juga: Kekayaan Capai USD 1,7 Miliar, Rihanna Resmi Jadi Musisi Wanita Paling Tajir di Dunia

Beberapa diantaranya termasuk Aliansi Keadilan Iklim serta Jaringan Lingkungan Adat dan the Movement for Black Lives.

"Bencana iklim yang meningkat dalam frekuensi dan intensitas, tidak berdampak sama pada semua komunitas, dengan komunitas kulit berwarna dan negara kepulauan menghadapi beban perubahan iklim," kata Rihanna, yang berasal dari pulau Barbados di Karibia Timur, dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (26/1/2022), ia mencatat bahwa perbedaan itulah yang menjadi landasan yayasannya, yang dinamai berdasar nama kakek dan neneknya, memprioritaskan ketahanan iklim dan keadilan iklim.

Hibah yang dibuat dalam kemitraan dengan inisiatif filantropi #StartSmall, salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey ini difokuskan pada kelompok dengan pemimpin perempuan, LGBT, serta Kulit Hitam dan Pribumi, karena komunitas mereka berada pada risiko terbesar.

"Para penyandang dana harus membangun kemitraan dengan organisasi akar rumput, mengakui pemahaman mendalam mereka tentang apa yang diperlukan untuk mencapai keadilan iklim di komunitas mereka sendiri," kata Direktur Eksekutif Clara Lionel Foundation, Justine Lucas dalam sebuah pernyataan.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas