Tribun Seleb

Pengakuan Mengejutkan Anak Hotman Paris, Pernah Depresi karena Enggak Kaya, Sebut Bapaknya Pelit

Mungkin sebagian orang membayangkan jadi anak Hotman Paris akan sangat menyenangkan karena bergelimang harta. Tapi Frank buat pengakuan mengejutkan.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Pengakuan Mengejutkan Anak Hotman Paris, Pernah Depresi karena Enggak Kaya, Sebut Bapaknya Pelit
Instagram @hotmanparisofficial dan YouTube Melaney Ricardo
Hotman Paris (kiri) dan Frank Hutapea (kanan) - Frank Hutapea ngaku unfollow Instagram Hotman Paris. Alasannya karena malas melihat unggahan sang ayah bersama para aspri. 

TRIBUNNEWS.COM - Hotman Paris dikenal sebagai pengacara sukses dan kaya raya. 

Mungkin sebagian orang membayangkan jadi anak Hotman Paris akan sangat menyenangkan karena bergelimang harta. Mau apa saja bisa diwujudkan tanpa harus susah payah.

Tapi faktanya tidak demikian. Frank Hutapea, anak sulung Hotman Paris, mengungkap fakta mengejutkan.

Pada 2015, Frank pernah dilanda depresi karena merasa tidak kaya meski sudah kerja keras.

"Pernah dulu 2015, gua ngerasa temen-teman gua kaya, gua enggak," kata Frank seperti dikutip pada video di kanal Youtube Melaney Ricardo. 

Frank Hutapea - Anak Hotman Paris, Frank Hutapea ngaku pernah depresi karena belum kaya raya. Padahal selama ini, Hotman Paris dikenal dengan gaya hidupnya yang mewah.
Frank Hutapea - Anak Hotman Paris, Frank Hutapea ngaku pernah depresi karena belum kaya raya. Padahal selama ini, Hotman Paris dikenal dengan gaya hidupnya yang mewah. (YouTube Melaney Ricardo)

Melaney terkejut mendengar pengakuan Frank.

"Betul, karena kita kan kerja sendiri. Kita enggak dikasih duit," tegas Frank untuk meyakinkan Melaney.

"Bapak pelit," tanya Melaney.

"Pelit," kata Frank tanpa ragu.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya harus bekerja dari pagi hingga malam. Namun, tak kunjung menjadi kaya.

Baca juga: Keluarga Hotman Paris Tak Pernah Satu Pesawat saat Pergi Bersama, Frank Hutapea Ungkap Alasanya

"Gua dulu pernah kerja di BEJ, pulang malam tiap hari, jam dua jam tiga, sabtu kadang-kadang masuk. Teman-teman gua pada kaya, gua enggak," kenang Frank.

Menurut Frank, masalah kesehatan mental yang dialaminya merupakan faktor genetik.

"Bapak kan pernah cerita yang dia hampir bunuh diri. Menurut gua mental health itu ada genetiknya. Dia pernah hampir bunuh diri karena dia merasa enggak sukses."

"Itu cerita enggak dibuat-buat. Saya tahu banget waktu dulu almarhum kakek nenek Opung cari dia tiga minggu di polres dikira mati sudah nangis-nangis. (Padahal) dia kunci diri di rumah di Sunter dua minggu, karena dia ngerasa enggak sukses dulu."

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas