Fakta Sidang Nikita Mirzani, Dito Mahendra Mangkir Lagi hingga Minta Pemeriksaan Secara Online
Fakta-fakta persidangan Nikita Mirzani kasus pencemaran nama baik terhdap Dito Mahendra, sebut Dito takut hingga permohonan pemeriksaan secara online.
Penulis: Gabriella Gunatyas
Editor: bunga pradipta p

Berkali-kali mangkir dalam persidangan, Dito Mahendra meminta pemeriksaannya dilakukan secara daring (online).
Permintaan Dito tersebut diungkap oleh perwakilan Pengadilan Negeri Serang, Ulin Purnama.
“Dimungkinkan ada pemeriksaan saksi secara online,” tutur Ulin.
Baca juga: Dito Mahendra Terancam Dijemput Paksa Jika Mangkir Lagi dari Sidang Perkaranya dengan Nikita Mirzani
4. Dua Saksi Lain Juga Tidak Hadir
Lebih lanjut, Ulin Purnama mengatakan selain Dito Mahendra terdapat dua saksi lain yang juga batal hadir, yakni Harirul Yusi dan MH Hadi Yususf.
Keduanya batal hadir karena satu saksi masih berada di luar kota dan satu saksi masih dalam keadaan duka.
“Satu saksi masih berada di luar Serang dan satu saksi masih dalam keadaan duka,” ucap Ulin.
Baca juga: Dito Mahendra Absen Sidang Lagi, Nikita Mirzani Kesal sampai Nangis: Jangan Pengecut Tolong Hadir
5. Kuasa Hukum Nikita Mirzani Minta Pemeriksaan Dihentikan
Kuasa hukum Nikita Mirzani meminta kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat kliennya dihentikan.
Sebab Dito Mahendra sebagai pelapor telah beberapa kali mangkir dari persidangan.
“Ada permintaan dari penasehat hukum terdakwa tentang permohonan tentang penghentian pemeriksaan perkara ini,” jelas Ulin.
Ulin mengatakan permintaan penghentian perkara tidak diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), sehingga kasus terus berlanjut sampai adanya putusan majelis hakim.
“Tetap berlanjut sampai dengan adanya putusan majelis hakim,” imbuh Ulin.
Sidang lanjutan akan kembali digelar pada Senin pekan depan (19/12/2022), majelis hakim meminta seluruh saksi dapat dihadirkan.
“Kemudian, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penuntut umum untuk menghadirkan seluruh saksi dalam perkara ini dan semua ahli pada sidang, Senin (19/12/2022),” tutup Ulin Purnama.
(Tribunnews.com/Gabriella Gunatyas/Izmi Ulirrosyifah) (Tribunnews.com, Kota Serang/ Anita K Wardani)