Tanggapi Marshel Widianto yang Maju Pilkada Kota Tangsel, Tretan Muslim: Berharap Hanya Bercanda
Soal Marshel Widianto yang maju di Pilkada Kota Tangsel, komika Tretan Muslim berharap hanya bercanda.
Penulis: Ifan RiskyAnugera
Editor: Yurika NendriNovianingsih
"Iya sempat, mau kita wawancara paling di podcast."
"Paling dia tidak bersedia menjawab dia, dia bilang nanti takut kalau salah jawab gitu," terang Tretan.
Nikita Mirzani Beberkan Kelakuan Marshel
Di sisi lain, Nikita Mirzani juga sempat merespons soal Marshel Widianto yang maju di Pilkada Kota Tangsel.
Nikita Mirzani justru sulit menerima seandainya Marshel Widianto benar-benar maju mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah Tangsel.
Ia bahkan tak sungkan mengimbau warga Tangerang Selatan untuk tak memilih suami Cesen eks JKT48 itu.
“Calon Wakil Walikota Tangerang Marshel Widianto haaaah, ok kita bahas jangan dipilih guys. Untung gua udah Jaksel KTP-nya kalau Tangsel Marshel enggak akan gua pilih,” kata Nikita Mirzani.
Baca juga: Marshel Widianto Diusung Gerindra di Pilkada Tangsel, Airin: Biarlah Nanti Masyarakat yang Memilih
Nikita memastikan tidak ada masalah pribadi terhadap Marshel.
Namun, ia buka suara karena Tangerang Selatan merupakan tempatnya tumbuh besar.
Ibu tiga anak tersebut tidak ingin warga tempat tinggal kecilnya itu memilih Marshel.
“Jujur gua enggak punya masalah sama yang namanya Marshel Widianto, tapi karena gua kecil dan besar di Tangerang Selatan gua harus ngomong untuk mengamankan warga Tangsel. Untung KTP gua udah JAKSEL, kalau enggak gua udah ngomong ke RT, RW, Kabupaten segalamacam untuk tidak memilih Marshel Widianto,” ujar Nikita.
Alasan untuk tidak memilih Marshel kemudian diungkap oleh Nikita Mirzani.
“Mohon maaf sebelumnya, yang kita tahu Marshel Widianto adalah seorang pelawak yang diambil sama bang Denny Cagur yang akhirnya bang Denny Cagur dikhianati oleh yang namanya Marshel Widianto,” ujar Nikita.
Kemudian Nikita mengklaim Marshel merupakan sosok publik figur yang dianggap tidak tepat waktu, begitupun latar belakangnya sebagai seorang yang kerap menuai settingan.
“Kedua dia itu tidak pernah ontime salam pekerjaan dan pokoknya dia dipekerjaan tidak bagus akhirnya makanya dia sudah tidak dipanggil distasiun tv manapun, karena etitud yang tidak bagus dan tidak baik,” urai Nikmir biasa disapa.
“Ketiga dia raja gimikan dan settingan masa sih warga tangsel mau dipimpin sama wakil walikota yang raja gimmik dan settingan,” sambungnya.
(Tribunnews.com/Ifan/Fauzi)