Aaliyah Massaid: Menyusui Bentuk Cinta dan Komitmen Seorang Ibu
Aaliyah, Istri Thariq Halilintar itu, tengah menikmati masa menyusui buah hatinya, Ahmad Arash Omara Thariq.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi aktris Aaliyah Massaid, menjadi seorang ibu adalah perjalanan penuh perubahan, cinta, dan pembelajaran baru setiap hari.
Istri Thariq Halilintar itu, tengah menikmati masa menyusui buah hatinya, Ahmad Arash Omara Thariq, sambil berbagi kisah hangat tentang makna menjadi ibu muda di tengah kesibukan.
“Sekarang Arash sudah jauh lebih sehat karena terus menyusu. Dokter juga bilang, obat terbaik untuk bayi itu sebenarnya ASI dari ibunya sendiri karena mengandung imun alami,” ujar Alia saat menjadi pembicara dalam talkshow Mom Uung: Scientifically Proven for Breastfeeding Effectiveness di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Baca juga: Aaliyah Massaid dan Thariq Akhirnya Publish Wajah Anak, Reza Artamevia: Yang Penting Niatnya Baik
Talkshow tersebut juga menghadirkan Uung Victoria Finky, pendiri Mom Uung, yang dikenal aktif mengedukasi ibu-ibu muda soal pentingnya pemberian ASI.
Menyusui, Lebih dari Sekadar Memberi Nutrisi
Bagi putri pasangan mendiang Adjie Massaid dan Reza Artamevia ini, menyusui bukan hanya soal memberi makan, melainkan juga bentuk kasih sayang dan ikatan emosional antara ibu dan anak.
“Proses menyusui itu tentang kedekatan dan kekuatan alami yang Tuhan berikan,” tutur Aaliyah dengan penuh makna.
Sejak menjadi ibu, ia mengaku banyak hal yang berubah dalam hidupnya.
“Yang paling berubah pasti prioritas. Sekarang fokus utama aku adalah anak. Aku juga lebih menjaga makan dan kesehatan karena apa yang aku konsumsi akan berpengaruh langsung ke anakku,” ungkapnya.
Jika dulu ia lebih fokus merawat diri, kini seluruh perhatian tertuju pada tumbuh kembang sang buah hati.
Peran Penting ASI, Nutrisi, dan Vaksinasi
Dalam kesempatan yang sama, Uung Victoria Finky mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
“Setiap ibu bisa memanfaatkan buku KIA atau aplikasi PrimaKu. Di situ lengkap banget, mulai dari milestone, jadwal vaksin, sampai catatan kesehatan anak,” jelasnya.
Menurutnya, kombinasi antara ASI, nutrisi seimbang, dan vaksinasi menjadi tiga kunci penting menjaga daya tahan tubuh anak di tengah ancaman virus yang terus bermutasi.
Komitmen Memberikan ASI Eksklusif
Meski memiliki segudang aktivitas, Aaliyah tetap berkomitmen memberikan ASI eksklusif untuk Arash.
“Alhamdulillah aku dikaruniai ASI yang banyak, dan itu privilege yang harus aku manfaatkan sebaik mungkin. Dalam agamaku juga dianjurkan menyusui hingga dua tahun,” ujarnya.
Menariknya, ia mengungkapkan bahwa produksi ASI-nya sudah mulai keluar sejak usia kandungan tujuh bulan.
“Dokter bilang, kandungan ASI itu unik dan tidak tergantikan oleh susu formula,” tambahnya.
Aaliyah juga mengaku merasakan manfaat nyata dari penggunaan ASI booster.
“Produksi ASI jadi lebih lancar dan kental, bahkan sampai sekarang masih ada lapisan fat-nya. Kalau bayi happy, mamanya juga ikut happy,” katanya.
Dukungan Lingkungan dan Suami Jadi Kunci
Meski harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan, Aaliyah tetap menjaga komitmen untuk menyusui.
“Waktu Arash sempat sakit, dokter gak kasih obat apa-apa. Cuma disarankan terus breastfeeding, dan hasilnya luar biasa,” ceritanya.
Ia pun menekankan pentingnya dukungan lingkungan.
“Waktu ikut turnamen padel, teman-teman suka ngingetin jadwal pumping. Kami sambil ngobrol, sambil nyusuin. Suasananya menyenangkan dan ternyata itu bantu banget produksi ASI,” ungkapnya.
Selain dukungan dari teman, Aaliyah juga bersyukur memiliki suami yang sangat peduli.
“Dia selalu bantu tanpa diminta, bahkan tengah malam saat aku pumping. Langsung bangun dan bantu kasih ASI ke Arash. Aku bersyukur banget punya pasangan yang sepeduli itu,” ujarnya.
Menutup sesi bincang, Aaliyah menyampaikan pesan penuh semangat untuk para ibu muda.
“Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Support system itu penting banget. Menyusui bukan cuma soal nutrisi, tapi juga tentang bonding yang gak tergantikan. Jadi tetap semangat, jangan menyerah,” katanya.
Sementara itu, Uung Victoria Finky menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi dan riset seputar ASI.
Mom Uung telah menjalani dua studi ilmiah untuk membuktikan efektivitas ASI Booster Mom Uung. Studi pertama dengan desain cross-sectional melibatkan 665 ibu menyusui di Indonesia, menggunakan kuesioner tervalidasi.
Hasilnya menunjukkan konsumsi ASI booster Mom Uung meningkatkan volume ASI secara signifikan, baik pada ibu bekerja maupun tidak bekerja (p < 0>
Dalam kesempatan sama, dr. Ian Suryadi Suteja, dokter spesialis anak, dalam presentasinya menuturkan, tidak ada yang bisa menggantikan kandungan ASI yang banyak sekali.
Menurutnya, penelitian tersebut menegaskan bahwa ASI Booster Mom Uung tidak hanya membantu menambah jumlah ASI, tetapi juga mendukung keberlanjutan pola menyusui, baik bagi ibu rumah tangga maupun ibu bekerja yang sering menghadapi keterbatasan waktu.
“Kandungan protein dalam ASI adalah jenis yang paling cocok dengan manusia. Bahkan kandungannya sudah ada enzim yang memecah dan mencerna dari dalam ASI. Bayi tidak perlu mencerna lemak dan protein karena sudah dicernakan oleh enzim yang ada pada ASI. Susu formula tidak mungkin ada anti bodi, nah di ASI itu ada,” jelasnya.
“Kami ingin mematahkan anggapan bahwa ASI booster cuma efek placebo. Kami punya data dan riset nyata. Tujuannya satu: memberikan yang terbaik dan paling aman, bukan hanya untuk ibu tapi juga untuk bayinya,” katanya. (Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.