Pernah Dihantui Perasaan Bersalah Saat Libur? Psikolog Beri Penjelasan
Libur sejatinya untuk istirahat. Namun, sebagian orang justru merasa bersalah ketika memiliki waktu luang atau tidak melakukan apa-apa.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Semakin sering seseorang merasa bersalah, semakin sulit ia benar-benar beristirahat. Akibatnya, performa kerja justru menurun.
Baca juga: Psikolog Soroti Psikis Raisa yang Gugat Cerai Hamish Daud, Singgung Konflik dan Tekanan
Irma mengingatkan bahwa perasaan bersalah itu perlu “di-counter” dengan pikiran yang lebih afirmatif.
“Jadi di-counter kembali pikiran rasa bersalah itu dengan pikiran lain yang afirmatif tadi. Karena otak itu bekerja berdasarkan apa yang kita bilang sama dia. Kalau kita bilang, enggak apa-apa boleh kok, itu kan sesuatu yang oke kan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tubuh dan pikiran kita akan mencari arah sesuai dengan apa yang sering kita ucapkan pada diri sendiri.
“Sebenarnya enggak apa-apa, enggak harus sibuk banget. Nanti dia akan mencari cara untuk kita relax,” tambahnya.
Ketika Semua Hal Terasa Penting, Diri Sendiri Jadi Terlupakan
Rasa bersalah saat libur sering kali muncul karena kita merasa semua hal mendesak untuk diselesaikan.
Namun menurut Irma, ketika semuanya dianggap prioritas, justru tidak ada yang benar-benar penting.
Irma menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak.
Sama seperti kalimat dalam paragraf, hidup juga butuh “spasi”.
Belajar Pelan, Berhenti, dan Mengobrol dengan Diri Sendiri
Irma menjelaskan bahwa melambat bukan berarti malas, melainkan cara untuk kembali selaras antara otak, tubuh, dan perasaan.
Ia menyarankan agar setiap orang membangun kebiasaan “ngobrol dengan diri sendiri” setiap hari.
“Ngaduk dengan memperlambat. Justru memperlambat harimu ya,” tuturnya.
Dalam pendekatan yang disebutnya sebagai somatik, Irma menjelaskan pentingnya menyadari sinyal tubuh, dari napas yang pendek, otot tegang, hingga mudah tersinggung. Semua itu tanda bahwa tubuh meminta jeda.
Menghentikan Kebiasaan Menghakimi Diri Sendiri
Salah satu penyebab utama munculnya rasa bersalah adalah kebiasaan self-judgement atau menghakimi diri sendiri.
Hal ini disampaikan oleh Wellness practitioner Rahne Putri saat ditanyai oleh Tribunnews.