Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Pernah Dihantui Perasaan Bersalah Saat Libur? Psikolog Beri Penjelasan

Libur sejatinya untuk istirahat. Namun, sebagian orang justru merasa bersalah ketika memiliki waktu luang atau tidak melakukan apa-apa. 

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pernah Dihantui Perasaan Bersalah Saat Libur? Psikolog Beri Penjelasan
Gemini AI/Tribunnews
ILUSTRASI LIBURAN - Gambar dibuat di Gemini AI, Rabu (17/9/2025). Prompt Gemini AI untuk edit foto seperti liburan di luar negeri seperti ke Jepang, Mesir, Hawaii, New York, Italia, dll. Pengguna cukup copas prompt. 

Menurutnya banyak orang tanpa sadar memelihara narasi negatif seperti “aku malas”, “manajemen waktuku buruk”, atau “aku enggak berguna”.

Padahal, kata Rahne, itu adalah bentuk adiksi mental yang membuat energi seseorang terkuras. 

“Kita tuh punya adiksi sama judge diri sendiri. Kayak, emang gue ini emang manajemennya jelek deh. Narasinya buruk terus soal diri sendiri,” jelasnya.

Sebaliknya, Rahne mendorong agar setiap orang berlatih untuk memberi afirmasi positif dan menghargai proses dirinya. 

“Ngajak ngobrol itu adalah upaya kita untuk mengajak kembali kesadaran kita. Oh, kitanya berharga. Kita punya pekerjaan yang sangat luar biasa,” katanya.

Terakhir Rahne berpesan untuk memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat bukan bentuk kemalasan, melainkan tanda bahwa kita sedang menjaga kewarasan.

Rasa bersalah karena libur hanya akan hilang jika seseorang berani mengakui bahwa tubuh dan pikiran juga butuh ruang untuk diam.

Rekomendasi Untuk Anda

 

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas