Richard Lee Batal Diperiksa Hari Ini, Doktif Singgung Kondisi Kesehatan Seterunya: Itu Adalah Azab
Doktif bereaksi setelah pemeriksaan tersangka Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen ditunda.
Penulis:
Ifan RiskyAnugera
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
"Uang yang kamu tawarkan sebesar lima milyar itu Doktif tidak akan terima."
"Kembalikan ratusan miliar uang masyarakat yang sudah kamu ambil, itu persayaratan damai."
"Kalau kamu ingin ketemu Doktif di depan jurnalis. Kalau kamu ingin berdamai dengan doktif, fair aja berapa kerugian masyarakat, kembalikan uang mereka," ungkap Doktif.
Duduk Perkara
Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Desember 2025, lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak.
AKBP Reonald mengatakan, surat penetapan Richard Lee sebagai tersangka dikeluarkan Polda Metro Jaya sejak 15 Desember 2025.
"Pelapornya sebenarnya inisialnya HH yaitu kuasa hukum dari Saudari S ya, yang melaporkan Saudara RL yang saat ini sudah status sebagai tersangka," kata Reonald.
"Penetapan tersangka untuk Saudara RL itu ditetapkan tanggal 15 Desember 2025," lanjutnya.
Reonald Simanjuntak juga mengatakan, pada saat 23 Desember 2025, dokter Richard Lee meminta dilakukan penjadwalan ulang dalam rangka memberikan keterangan sebagai status tersangka.
"Nah, untuk pemanggilan Saudara RL sebagai tersangka itu sebenarnya dipanggil pada tanggal 23 Desember kemarin."
"Namun tidak hadir tapi memberikan pemberitahuan untuk bersedia hadir pada tanggal 7 Januari."
"Jadi nanti ada di schedule untuk pemeriksaannya ke tanggal 7 Januari. Nanti kalau tanggal 7 Januari tidak juga hadir, maka akan dilayangkan panggilan kedua," tuturnya.
Baca juga: Richard Lee Minta Penundaan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya karena Alasan Kesehatan
Dikatakan AKBP Reonald, pelaporan tersebut berkaitan dengan perlindungan konsumen.
"Yang ditetapkan Saudara RL menjadi tersangka itu yang laporan LPB Nomor 7317/XII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2024," terang AKBP Reonald.
"Yang mana melaporkan perkara di bidang kesehatan atau perlindungan konsumen," sambungnya.
AKBP Reonald Simanjuntak kemudian menjelaskan mengenai kasus hukum yang dialami oleh Richard Lee atas pelaporan Doktif.