Buku Broken Strings Viral hingga Dibahas DPR, Aurelie Moeremans: Yang Aku Lewati Akhirnya Punya Arti
Buku Broken Strings viral hingga dibahas DPR, Aurelie Moeremans tak percaya pengalamannya di masa lalu kini jadi punya arti.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans viral hingga dibahas DPR.
- Aurelie Moeremans masih tak percaya, kisah pahitnya di masa lalu kini punya arti dan berdampak positif bagi orang lain.
- Awal Aurelie menulis buku Broken Strings.
TRIBUNNEWS.COM - Buku Broken Strings yang ditulis aktris Aurelie Moeremans viral hingga mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Buku yang mengangkat pengalaman pribadi Aurelie Moeremans itu viral di media sosial pada awal 2026.
Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans menceritakan pengalamannya saat mengalami child grooming di usia 15 tahun.
Child grooming merupakan teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak. Tujuannya untuk mengeksploitasi atau melecehkan anak secara seksual.
Viralnya Broken Strings hingga sampai ke lembaga legislatif DPR RI.
Tak hanya itu, Broken Strings juga berhasil membuat korban child grooming lainnya berani buka suara.
Kasus-kasus child grooming pun mulai terungkap.
Aurelie mengaku masih tak percaya dengan dampak positif dari buku yang ia tulis.
"Aku masih nggak percaya dampak yang lahir dari buku ini.
Orang-orang mulai berani speak up.
Kasus-kasus grooming mulai terungkap dan diproses.
Baca juga: Setelah Buku Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Curhat Ingin Jadi Versi Baru Dalam Dirinya
Buku ini dibawa ke DPR, supaya ada perubahan di sistem," tulis Aurelie, dikutip dari Instagram @aurelie, Senin (9/2/2026).
Bahkan, Broken Strings kini dibahas secara terbuka di sekolah-sekolah.
Tujuannya, kata Aurelie, agar anak-anak dapat lebih peka terhadap perilaku child grooming.