Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Seleb
LIVE ●

Terinspirasi Marvel, Kreator Sudah Siapkan Sekuel Pelangi di Mars dan Bangun Studio Sendiri

Belum juga tayang perdana, sekuel film Pelangi di Mars sudah disiapkan para kreatornya.

Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Belum juga tayang perdana, sekuel film Pelangi di Mars sudah disiapkan.
  • Pelangi di Mars akan tayang Lebaran 2026.
  • Ini jadi film Indonesia pertama yang mengusung genre fiksi ilmiah (sci-fi).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belum juga tayang perdana, sekuel film Pelangi di Mars sudah disiapkan para kreatornya.

Baca juga: Tinggi 10 Meter, Balon Raksasa Karakter Film Pelangi di Mars Mejeng di SCBD


Film Indonesia pertama yang mengusung genre fiksi ilmiah (sci-fi) ini dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026.

Produser film, Dendi Reynando, menyampaikan keinginannya menjadikan Pelangi di Mars sebagai intellectual property (IP) lokal yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan keberadaan Marvel di Amerika Serikat dan berharap Indonesia juga memiliki IP besar serupa.

"Karena kita percaya bahwa bangsa yang besar itu adalah bangsa yang imajinasi anak-anaknya itu tidak pernah dibatasi," kata Dendi di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Film dan Imajinasi Masa Depan

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Dendi, film memiliki pengaruh besar terhadap imajinasi dan mimpi seseorang untuk diwujudkan di masa depan. 

Ia menilai para kreator di Amerika Serikat sejak dulu telah banyak memproduksi film fiksi ilmiah.

Film-film tersebut bahkan ditonton oleh para pemimpin di sana sejak kecil, sehingga memicu imajinasi dan cita-cita untuk menghadirkan masa depan yang digambarkan dalam layar.

Baca juga: Film Animasi Papa Zola The Movie Raih 4 Juta Penonton di Asia Tenggara

Karena itu, Dendi menilai kemajuan teknologi Amerika Serikat saat ini tak lepas dari kebiasaan masyarakatnya yang sejak kecil sudah terpapar gambaran masa depan dan kecanggihan teknologi melalui film.

"Film ini juga bercerita tentang apa yang terjadi di tahun 2100. Dan yang nantinya, kalau kita melihat di luar negeri gitu ya, kayak pemimpin-pemimpin mereka, baik itu di sektor politik atau di industri itu dulunya nonton Marvel juga," ujar Dendi.

"Jadi mereka tumbuh dengan narasi tersebut," lanjutnya.

Poster film Film
Poster film Film "Pelangi di Mars" akan tayang di bioskop saat lebaran tiba. (HO/IST/istimewa)

Dengan semangat tersebut, Dendi berharap Indonesia dapat memiliki ekosistem serupa. Ia pun telah menyiapkan sekuel Pelangi di Mars.

Sekuel merupakan karya lanjutan (film, buku, game, atau drama) yang dirilis setelah karya aslinya, dengan melanjutkan alur cerita secara kronologis.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas