Kasus Penculikan Anaknya Naik Sidik, Avril Waloeyo Mengucap Syukur
Sejak 11 Oktober 2025, Avril telah terpisah dari anaknya. Diduga dibawa nenek angkatnya dari Surabaya ke Bali tanpa izin dan sepengetahuannya.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Sejak 11 Oktober 2025, Avril telah terpisah dari anaknya yang dibawa nenek angkatnya dari Surabaya ke Bali
- Avril bersyukur, pihak kepolisian telah menunjukkan keseriusan dalam menangani laporan kasus penculikan anaknya yang berusia 3,5 tahun
- Avril berharap proses hukum ini dapat berjalan adil
TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Avril Waloeyo mengungkapkan rasa syukur setelah kasus penculikan anak yang dia laporkan resmi naik ke tahap penyidikan.
Laporan tersebut ditangani oleh Polrestabes Surabaya, menyusul peristiwa terpisahnya Avril dari anaknya yang masih berusia 3,5 tahun sejak Oktober 2025 lalu.
Avril bersyukur karena pihak kepolisian telah menunjukkan keseriusan dalam menangani laporannya.
Ia berharap proses hukum ini dapat berjalan adil dan segera memberikan kepastian hukum bagi dirinya sebagai ibu kandung.
"Iya, saya mengapresiasi kinerja Polrestabes Surabaya karena laporan atas penculikan anak saya sudah naik sidik dan mereka juga sudah menunjukkan effort untuk membantu saya," ujar Avril Waloeyo saat dihubungi awak media, Senin (23/2/2026).
"Dan saya berharap saya bisa mendapatkan keadilan dalam kasus ini dan semoga segera selesai,” katanya.
Kasus ini bermula pada 11 Oktober di apartemen pribadi Avril, La Riz Mansion, Surabaya.
Baca juga: Marak Penculikan Anak, Komisioner KPAI Dorong Ruang Publik Diawasi CCTV 24 Jam
Ketika itu, sekira pukul 10.00–11.00 WIB, ibu angkat Avril, Melanie Herijanto (63), masuk ke apartemen tanpa pemberitahuan lebih dulu.
Belakangan diketahui, Melanie bisa masuk karena telah mengambil salah satu kunci akses apartemen tanpa izin dan tanpa sepengetahuan Avril.
Saat itu, Melanie menyampaikan niat membawa Owen, anak Avril yang berusia 3,5 tahun, ke mal di bawah apartemen untuk minum kopi bersama Sindu Waloeyo dan berjanji segera kembali.
Namun hingga berjam-jam kemudian, Owen tak kunjung dikembalikan dan Melani tak memberikan kabar apa pun.
Avril yang mulai panik lalu mencoba menghubungi Melani berkali-kali, tapi upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Dalam kondisi cemas sebagai seorang ibu, Avril akhirnya menghubungi polisi setempat.
"Sebagai seorang ibu yang sangat khawatir, saya kemudian menghubungi polisi setempat. Petugas datang ke apartemen, dan saya menjelaskan seluruh kejadian,” tutur Avril.