Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PON 2016

Azarya Jody dan Shean Winshen Diharapkan Bendung Susanto Megaranto di Catur Klasik

DKI pimpin catur klasik beregu putra dan putri setelah menyelesaikan babak ketiga dalam pertandingan catur PON XIX/2016

Azarya Jody dan Shean Winshen Diharapkan Bendung Susanto Megaranto di Catur Klasik
caturbandung.wordpress.com
Azarya Jody 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - DKI pimpin catur klasik beregu putra dan putri setelah menyelesaikan babak ketiga dalam pertandingan catur PON XIX/2016 di Bandung Kamis (22/9) sore.

Di bagian putra regu DKI pimpin dengan poin terringgi 9.5, sementara di bagian putri DKI pimpin dengan poin tertinggi 8.5. Poin 9.5 yang diraih regu putra diperoleh dari tiga kemenangan spektakuler masing-masing melawan Sulsel 4-0 (tanpa remis dan kalah), melawan Sulut 3-1, dan melawan Kaltim 2.5-1.5.

Sementara poin tertinggi yang diraih oleh beregu putri 8.5 diperoleh dari hasil kemenangan melawan Riau 3-1, lawan tuan rumah Jabar juga dengan 3-1, dan melawan Banten 2.5-1.5.

Di bagian putra, regu DKI masih harus berhadapan melawan Jabar, Jateng, Jatim. Bali, dan Riau. Dari lima tim yang belum bertemu ini terberat adalah tuan rumah Jabar. Jabar sendiri yang diperkuat oleh Pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto, dan sejumlah pecatur hebat lainnya sementara menempati posisi di urutan kedua setelah DKI.

Poin Jabar beda tipis dengan DKI, hanya setengah. DKI poin 9.5, Jabar poin 9. Tentu kedekatan poin ini bisa membuat DKI perlu waspada. Salah sedikit posisi klasemen sementara ini bisa pindah dan diambil alih oleh tuan rumah.

Mudah-mudan dalam partai sisa ini DKI bisa memetik poin yang signifikan sehingga unggul terus hingga babak penentu yaitu babak kedelapan.

Berada di posisi ketiga adalah adalah regu Jateng dengan poin tertinggi 8.5. Tentu Jateng juga tidak boleh dianggap remeh,. Di sana ada Lutfi Ali yang sekarang ini bintangnya sedang bersinar, meskipun pada Olimpiade Catur 42 lalu di Azerbaijan ia belum mampu memetik Norma Grand Masternya.

Akan tetapi Jateng bukan tidak mungkin bakal menjadi kuda hitam di beregu putra.
Di bagian putri regu tangguh dari DKI ini masih harus berhadapan melawan Bali, Sumsel, Jatim, Jateng, dan Kaltim.

Dari kelima regu di bagian putri ini terberat ada tiga tim, masing-masing tuan rumah Jabar, Bali, dan Jateng. Ketiga regu ini hingga babak ketiga berada pada posisi kedua dengan poin sama yakni 7.5.

Dari ketiga regu terberat ini, yang paling berbahaya adalah tim tuan rumah karena di sana ada pecatur terbaik Indonesia, WGM Irene Kharisma Sukandar.

Kita tentu berharap DKI bermain cemerlang babak demi babak dalam sisa pertandingan ini sehingga dapaty memetik kemenangan untuk menambah pundi-pundi emas di bagi kontingen Ibukota.

Selain berpeluang meraih medali di nomor beregu putra dan putri, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan medali di nomor perorangan putra dan putri.

Di bagian putri diharapkan Medina Wardha Aulia yang bisa menggeser dominasi seniornya WGM Irene Kharisma Suklandar.

Sementara di bagian putra diharapkan Azarya Jody dan Shean Winshen bisa mematahkan kehebatan GM Susanto Megaranto. Semoga.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas