Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

SEA Games 2019

Hasil Bulutangkis SEA Games 2019: Kalah dari Wakil Malaysia Dalam Rubber Game, Ruselli Raih Perak

Ruselli Hartawan takluk dari wakil Malaysia, Selvaduray Kisona melalui rubber game dengan skor 22-20, 14-21, 13-21.

Hasil Bulutangkis SEA Games 2019: Kalah dari Wakil Malaysia Dalam Rubber Game, Ruselli Raih Perak
Dok: PBSI
Tunggal putri Indonesia Ruselli Hartawan takluk dari wakil Malaysia Selvaduray Kisona melalui rubber game dengan skor 22-20, 14-21, 13-21. 

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menang 21-19, 19-21, 22-20 melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Filipina.

Laga final ganda campuran tersebut bisa dikatakan sebagai final ideal, karena mempertemukan dua unggulan teratas SEA Games 2019.

Praveen/Melati merupakan ungulan pertama, sementara Goh/Lai adalah unggulan kedua. 

Karena itulah, laga berjalan ketat sepanjang tiga gim dan diwarnai saling tikung dan rebut poin antara kedua tim.

Praveen/Melati pun harus bekerja keras dan melewati adu setting point pada gim ketiga sebelum memastikan medali emas.

Hal-Hal Menarik Saat Timnas Indonesia U-23 Jungkalkan Myanmar: Top Scorer Garuda Ditendang Lawan

Video Aksi Osvaldo Haay yang Pancing Emosi Pemain Myanmar

Timnas Indonesia U-23 Lolos Dramatis ke Final SEA Games 2019, Indra Sjafri: Emas, Bismillah

Rahasia Sukses Timnas Indonesia U-23 di Babak Perpanjangan Waktu, Indra Sjafri: Berkat Izin Allah

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Humas PBSI)

Jalannya pertandingan

Laju gim pertama seperti tersendat bagi Praveen/Melati.

Mereka tertinggal 0-3 dari Goh/Lai sebelum menyamakan skor 3-3.

Kedudukan imbang berlanjut hingga 4-4. Goh/Lai kembali meninggalkan Praveen/Melati setelah meraih dua poin beruntun.

Namun, Praveen/Melati lagi-lagi bisa memaksakan keadaan imbang 6-6 dan 7-7.

Mereka justru balik menikung Goh/Lai. Tiga angka beruntun yang diraih Praveen/Melati membuat mereka unggul 10-7.

Goh/Lai sempat membayangi, tetapi pasangan Indonesia masih unggul 11-9 hingga interval.

Keadaan berbalik setelah interval. Goh/Lai secara impresif merebut empat poin dari Praveen/Melati.

Akibatnya, Praveen/Melati tertikung 13-11.

Juara Denmark Open 2019 tersebut kembali menempel Goh/Lai, tetapi pasangan Malaysia masih bisa menjauh dari kejaran mereka.

Hal-Hal Menarik Saat Timnas Indonesia U-23 Jungkalkan Myanmar: Top Scorer Garuda Ditendang Lawan

Video Aksi Osvaldo Haay yang Pancing Emosi Pemain Myanmar

Timnas Indonesia U-23 Lolos Dramatis ke Final SEA Games 2019, Indra Sjafri: Emas, Bismillah

Rahasia Sukses Timnas Indonesia U-23 di Babak Perpanjangan Waktu, Indra Sjafri: Berkat Izin Allah

Pasangan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, melakukan selebrasi setelah memastikan diri ke semifinal All England Open 2019, Jumat (8/3/2019).
ALL ENGLAND BADMINTON
Pasangan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, melakukan selebrasi setelah memastikan diri ke semifinal All England Open 2019, Jumat (8/3/2019).

Dalam keadaan tertinggal 13-16, Praveen/Melati berhasil menipiskan skor menjadi 15-16.

Hanya saja, Goh/Lai kembali menambah satu poin.

Keuletan Praveen/Melati akhirnya terbayar. Dari situasi tertinggal 15-17, mereka sanggup mencuri lima poin.

Praveen/Melati ganti menikung Goh/Lai dan balik memimpin 20-17.

Mereka belum bisa bernapas lega. Goh/Lai bangkit dan menipiskan skor menjadi 20-19.

Seperti tak ingin memberi kesempatan lebih banyak bagi lawan, Praveen/Melati akhirnya merebut angka terakhir gim pertama.

Praveen/Melati kembali menemui perlawanan sengit Goh/Lai pada gim kedua dengan skor imbang 2-2.

Goh/Lai kembali menikung 4-2, sebelum Praveen/Melati bisa menyamakan kedudukan.

Praveen/Melati ganti menyalip Goh/Lai 6-4.

Akan tetapi, Goh/Lai masih bisa memaksakan skor imbang 6-6. Keadaan seri berlanjut hingga 7-7.

Goh/Lai kembali melewati raihan skor Praveen/Melati menjadi 9-7.

Meski Praveen/Melati bisa membayangi, Goh/Lai kembali melesat dan mengawali jeda dengan keunggulan 11-8.

Hal-Hal Menarik Saat Timnas Indonesia U-23 Jungkalkan Myanmar: Top Scorer Garuda Ditendang Lawan

Video Aksi Osvaldo Haay yang Pancing Emosi Pemain Myanmar

Timnas Indonesia U-23 Lolos Dramatis ke Final SEA Games 2019, Indra Sjafri: Emas, Bismillah

Rahasia Sukses Timnas Indonesia U-23 di Babak Perpanjangan Waktu, Indra Sjafri: Berkat Izin Allah

Praveen/Melati terus mengejar angka Goh/Lai usai interval. Mereka akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 14-14.

Apes bagi mereka, Goh/Lai kembali lepas dari kejaran usai sukses merebut dua poin.

Alhasil, Praveen/Melati lagi-lagi tertinggal 14-16.

Praveen/Melati terus menekan Goh/Lai. Mereka akhirnya merebut empat poin beruntun untuk berbalik unggul 18-16.

Gim kedua semakin sengit setelah Goh/Lai ganti menyalip Praveen/Melati 19-18.

Praveen/Melati tak mau kalah begitu saja dan bisa menyamakan skor menjadi 19-19.

Namun, Goh/Lai merebut dua angka terakhir dan memaksakan terjadinya babak rubber.

Praveen/Melati langsung tertinggal 0-4 pada gim ketiga.

Mereka sempat membalas lewat dua angka, tetapi Goh/Lai kembali meninggalkan keduanya 7-2.

Praveen/Melati akhirnya bangkit. Tiga poin beruntun membuat mereka memperkecil ketertinggalan menjadi 5-7.

Meski Goh/Lai menambah satu angka, Praveen/Melati tak putus asa.

Keduanya kembali menyentak. Alhasil, Praveen/Melati kembali meraih empat angka berturut-turut dan berbalik unggul 9-8.

Goh/Lai tak tinggal diam dan menyamakan kedudukan menjadi 9-9.

Gim ketiga semakin intens setelah skor seri terulang menjadi 10-10.

Hal-Hal Menarik Saat Timnas Indonesia U-23 Jungkalkan Myanmar: Top Scorer Garuda Ditendang Lawan

Video Aksi Osvaldo Haay yang Pancing Emosi Pemain Myanmar

Timnas Indonesia U-23 Lolos Dramatis ke Final SEA Games 2019, Indra Sjafri: Emas, Bismillah

Rahasia Sukses Timnas Indonesia U-23 di Babak Perpanjangan Waktu, Indra Sjafri: Berkat Izin Allah

Goh/Lai akhirnya keluar dari tekanan Praveen/Melati dan merebut poin interval untuk unggul 11-10.

Praveen/Melati sempat menyamakan skor 11-11 usai jeda, tetapi Goh/Lai kembali merebut dua angka dan mengembalikan keunggulan.

Hal itu tak bertahan lama. Praveen/Melati bisa merespons dengan baik dan lagi-lagi menyamakan skor 13-13.

Praveen/Melati terus mengejar. Goh/Lai kembali unggul 15-13, tetapi pasangan Indonesia ganti merebut tiga poin.

Alhasil, Praveen/Melati bisa kembali unggul 16-15 atas Goh/Lai.

Gim ketiga semakin seru saat memasuki poin-poin kritis.

Keunggulan Praveen/Melati tak bertahan lama setelah Goh/Lai menyamakan kedudukan 16-16.

Skor imbang lagi-lagi terjadi pada 17-17. Goh/Lai lagi-lagi balik menikung Praveen/Melati.

Mereka sukses merebut dua poin dan ganti memimpin 19-17.

Praveen/Melati tak tinggal diam. Mereka terus melakukan perlawanan hingga skor kembali seri 19-19.

Praveen/Melati akhirnya meraih championship point setelah menyalip perolehan angka menjadi 20-19.

Namun, mereka belum bisa bernapas lega. Goh/Lai kembali menyusul dan memaksa terjadi adu setting 20-20.

Skor imbang terulang pada kedudukan 21-21.

Praveen/Melati seolah tak memberi kesempatan Goh/Lai memberi perlawanan lebih jauh.

Dua angka terakhir pun diamankan untuk memastikan medali emas.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas