Tribun Sport

Olimpiade

Mengulas Kejayaan Tim Merah Putih di Sektor Ganda Putra, Korsel dan China Saling Pepet

Peta kekuatan sektor ganda putra dunia cabang olahraga bulu tangkis dalam perhelatan Olimpiade menjadi sesuatu yang cukup menarik dibahas.

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
zoom-in Mengulas Kejayaan Tim Merah Putih di Sektor Ganda Putra, Korsel dan China Saling Pepet
SUPER BALL/Feri Setiawan
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Markis Kido mengembalikan kok ke arah ganda putra Singapura, Hendra Wijaya dan Hee Yong Kai Terry dalam Axiata Cup di Britama Sport Mall, Jakarta, Senin (1/12/2014). Ganda putra Indonesia menang dengan skor 21-19, 21-10. (Super Ball/Feri Setiawan) 

TRIBUNNEWS.COM - Peta kekuatan sektor ganda putra dunia cabang olahraga bulu tangkis dalam perhelatan Olimpiade menjadi sesuatu yang cukup menarik dibahas.

Indonesia dapat dikatakan menjadi salah satu negara tersukses dimana tiga medali emas telah direbut wakil tim Merah Putih di sektor ganda putra.

Total enam medali telah berhasil diraih oleh kontingen tim merah putih ketika berlaga di nomor ganda putra dalam ajang Olimpiade sejak 1992.

Sementara itu, Korea Selatan dan China menjadi dua negara yang mengintai posisi Indonesia di puncak perolehan medali emas sektor ganda putra.

Keduanya sama-sama telah mengoleksi dua medali emas sektor ganda putra sampai dengan saat ini.

Baca: Ulasan Sejarah Olimpiade, Indonesia Masih Tanpa Medali Emas di Sektor Ganda Putri

Baca: Dianggap The Next Lee Chong Wei, Lee Zii Jia Bertekad Ubah Tekanan jadi Motivasi

Dikutip dari akun instagram @badmintonterkini, kontingen Indonesia sejauh telah menyabet total enam medali di nomor ganda putra ajang Olimpiade.

Rinciannya adalah tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Tiga medali emas yang diraih oleh tim Merah Putih tersebut berhasil diraih oleh tiga pasangan ganda putra Indonesia pada masanya.

Ketiga-tiganya yakni Ricky Subagya/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), dan Markis Kido/Hendra Setiawan (2008).

Baca: Indra Wijaya Bongkar Alasannya Putuskan Keluar dari Tim Badminton Korea Selatan

Kegagalan pasangan Eddy Hartono/Rudy Gunawan mendulang medali emas di final Olimpiade 1992.

Akhirnya mampu diwujudkan oleh pasangan Ricky Subagya/Rexy Mainaky yang mampu mendulang medali emas dalam perhelatan Olimpiade Atalanta 1996.

Kala itu, keduanya mampu membuka keran gelar juara tim Indonesia saat mampu mengalahkan wakil Malaysia, Yap Kim Hock/Chean Soon Kit di partai puncak.

Dalam laga sengit tersebut, akhirnya pasangan Ricky Subagya/Rexy Mainaky mampu menyudahi perlawanan lawannya dengan skor akhir 5-15, 15-13, dan 15-12.

Empat tahun berselang, medali emas sektor ganda putra kembali berhasil diamankan wakil Indonesia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas