Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tampil di Paralimpiade 2021 Tokyo, David Jacobs Jadikan Sisa Laga Kualifikasi Sebagai Try Out

Pada Paralimpiade 2021 Tokyo nanti, David turun pada kelas 10 atau disabilitas yang paling rendah tingkat kecacatannya.

Tampil di Paralimpiade 2021 Tokyo, David Jacobs Jadikan Sisa Laga Kualifikasi Sebagai Try Out
ist
David Jacobs 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – David jacobs dipastikan bakal tampil di Paralimpiade 2021 Tokyo setelah perolehan poinnya mencukupi.

Akan tetapi, peraih medali emas Asian Para Games 2018 silam mengaku tetap bersunggung-sungguh di pelatnas kali ini dan menjadikan sisa kejuaraan untuk mengevaluasi kemampuannya.

Selain jadi evaluasi, single event atau sisa kejuaraan kualifikasi paralimpiade nanti juga bisa dimanfaatkan untuk melihat kekuatan lawan.

“Iya saya dan akbar sudah lolos (Paralimpiade) untuk tunggal, tapi ada teman-teman yang masih harus ikut kualifikasi lagi bulan April di slovenia, selain kualifikasi ada single event,” kata David Jacobs.

“Jadi saya akan ikut juga. itu pastinya, tapi event lainnya belum tahu. Buat saya kualifikasi tak pengaruh, tapi untuk try out dan mengenal lawan nanti,” sambungnya.

Pada Paralimpiade 2021 Tokyo nanti, David turun pada kelas 10 atau disabilitas yang paling rendah tingkat kecacatannya.

Sementara itu, untuk target di Paralimpiade 2021 pria kelahiran Ujung Pandang tersebut mengatakan ingin bisa menunjukkan permainan terbaiknya.

Ia pamah kalau kejuaraan nanti bakal banyak lawan-lawan yang punya kualitas bagus. Apalagi ia masih belum tahu betul pemain-pemain dari Eropa.

“Target pribadi saya ingin yang terbaik. Kalau dari NPC menargetkan bisa dapat medali, tapi tak mudah juga karena Paralimpiade bagus-bagus, dan lawannya seimbang. yang penting pas hari H bisa main dengan kemampuan terbaik,” ujarnya.

“Kalau peta persaingan kurang lebih sama, perubahan sedikit saja, yang banyak kalau kelas saya dari Asia ada dua tiga orang. Paling banyak itu Eropa. Kalau jenis bola asia itu cepat, kalau eropa agak lambat tapi putaran bolanya berbeda,” jelas David.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas