Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade 2021

Kisah Greysia Polii, Semangat Juang di Olimpiade 2021 karena Sang Kakak

Cerita Greysia Polii di Olimpiade Tokyo 2021, bagaimana motivasi dari sang kakak sebelum meninggal memberikannya semangat untuk bertanding.

Kisah Greysia Polii, Semangat Juang di Olimpiade 2021 karena Sang Kakak
Alexander NEMENOV / AFP
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) berpose dengan Greysia Polii dari Indonesia setelah memenangkan pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri melawan Sayaka Hirota dari Jepang dan Yuki Fukushima dari Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 27 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Greysia Polii, pemain ganda putri Indonesia memiliki kisah dan tekad yang kuat untuk menjalani Olimpiade Tokyo 2021.

Dari hasil terbaru, Greysia Polii bersama pasangannya, Apriyani Rahayu sukses melaju ke semifinal Olimpiade 2021 setelah mengalahkan wakil China, Du Yue/Li Yin Hui, Kamis (29/7/2021).

Ini adalah pencapaian pertama bagi Indonesia di sektor ganda putri untuk tampil di semifinal Olimpiade, dan yang pertama mengalahkan wakil China sejak tahun 1996.

Bukan perkara mudah bagi Greysia Polii untuk melenggang ke semifinal, dia dengan Apriyani Rahayu harus meladeni perlawanan Du Yue/Li Yinhui dalam durasi 100 menit melalui rubber game.

Baca juga: 100 Menit Habis-habisan Lawan Du Yue/Li Yinhui, Kaki Greysia Polii Alami Hal Ini Seusai Laga

Greysia Polii Indonesia (atas kiri) dan Apriyani Rahayu dari Indonesia (kanan atas) merayakan setelah memenangkan pertandingan perempat final bulu tangkis ganda putri melawan Li Yinhui dan Du Yue China (kanan bawah) selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021.
Greysia Polii Indonesia (atas kiri) dan Apriyani Rahayu dari Indonesia (kanan atas) merayakan setelah memenangkan pertandingan perempat final bulu tangkis ganda putri melawan Li Yinhui dan Du Yue China (kanan bawah) selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. (Pedro PARDO / AFP)

Langkah mereka untuk ke final dan medali emas pertama Indonesia kian dekat.

Namun mereka harus mengalahkan Lee So Hee/Shin Seung Chan di babak semifinal Olimpiade sebelum melaju ke final.

Hasil ini merupakan loncatan jauh bagi Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, terlebih bagi Polii yang telah mengikuti gelaran multi event olahraga internasional ini ketiga kalinya.

Dalam kesempatan kali ini dia datang dengan semangat membara, hal itu karena tekadnya untuk membahagian saudaranya yang meninggal pada masa pandemi Covid-19.

Rickettsia Polii, kakak laki-laki dari Greysia Polii menjadi satu dari sekian banyak korban yang meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Greysia/Apriyani Cetak Sejarah, Pertama Kali Ganda Putri Indonesia Tembus Semifinal Olimpiade

"Kakak saya sangat ingin saya berada di Olimpiade Tokyo 2021. Dia telah mendukung saya sebagai pemain sejak 2018," buka Greysia Polii kepada Badminton Megazine, dikutip dari Badminton Spirit.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas