Tribun Sport

MotoGP

Respons Quartararo, Bagnaia, dan Aleix Espargaro soal Prediksi Wet Race di MotoGP Thailand 2022

Respons dari Fabio Quartararo hingga Francesco Bagnaia mengenai prediksi wet race pada gelaran MotoGP Thailand 2022.

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
zoom-in Respons Quartararo, Bagnaia, dan Aleix Espargaro soal Prediksi Wet Race di MotoGP Thailand 2022
Website motogp.com
Respons Quartararo, Bagnaia, hingga Aleix Espargaro soal wet race di MotoGP Thailand 2022 - Ekspresi dari para penantang gelar juara MotoGP 2022, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha), Aleix Espargaro (Aprilia Racing) ketika berfoto bersama saat konferensi pers MotoGP Jepang 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Balapan seri ke-17 MotoGP diprediksi kuat berlangsung dalam kondisi basah karena hujan yang mengguyur.

Ajang balapan bertajuk MotoGP Thailand 2022 ini bakal dimulai pada hari ini Jumat (30/9/2022) hingga race day yang digelar pada hari Minggu (2/10/2022).

Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, hingga Aleix Espargaro sebagai penantang gelar MotoGP 2022 memberikan respons soal prediksi wet race pada balapan di Sirkuit Chang Buriram, Thailand.

Rider besutan Yamaha Monster Energy itu menerangkan bahwa dia siap bertarung di Thailand apapun kondisinya.

Ekspresi dari rider andalan Yamaha Monster Energy, Fabio Quartararo ketika berada di Silverstone untuk mengikuti seri balapan bertajuk MotoGP Inggris 2022, Minggu (7/8/2022).
Ekspresi dari rider andalan Yamaha Monster Energy, Fabio Quartararo ketika berada di Silverstone untuk mengikuti seri balapan bertajuk MotoGP Inggris 2022, Minggu (7/8/2022). (Web Resmi MotoGP)

Baca juga: Bikin Balapan Lebih Berwarna, MotoGP 2022 Memang Butuh Kehadiran Marc Marquez

Pembalap berjuluk El Diablo ini nampaknya tidak memperdulikan soal prediksi wet race di Thailand nanti.

Akan tetapi rekan satu tim Franco Morbidelli itu menerangkan bahwa sasis baru YZR-M1 miliknya cukup gacor di kondisi kering, namun sedikit mengalami kesulitan dalam kondisi basah.

Hal itu dirasakan oleh Quartararo ketika balapan di Sirkuit Motegi, Jepang pada pekan lalu.

"Di fase pengereman kami cukup kuat, terutama dengan sasis baru saat kondisi kering," jelas Quartararo dilansir Speedweek.

"Saya terlalu agresif di lintasan basah saat balapan di Motegi dan itu tidak berhasil. Anda harus berkendara dengan sangat mulus, terutama di medan basah," katanya menambahkan.

Bermodal hal itu, Quartararo nampaknya masih harus menemukan cara mengemudi yang tepat untuk menjinakkan 'kuda besinya' ketika ngaspal di lintasan basah.

Sementara rival Quartararo, Francesco Bagnaia belum memahami mengapa dirinya begitu lambat saat beraksi di lintasan basah.

Padahal pembalap besutan Ducati Lenovo ini cukup kompetitif ketika ngaspal di lintasan kering.

Aksi dari rider besutan Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia ketika jelang balapan di Sirkuit Motegi, Jepang dalam ajang MotoGP Jepang 2022, Minggu (25/9/2022).
Aksi dari rider besutan Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia ketika jelang balapan di Sirkuit Motegi, Jepang dalam ajang MotoGP Jepang 2022, Minggu (25/9/2022). (Website motogp.com)

Namun setelah mengarungi trek basah di Motegi, Jepang pada pekan lalu, Bagnaia jadi muncul banyak pertanyaan.

Dirinya jadi kurang kompetitif sehingga harus mencari cara agar bisa kembali bersaing di depan ketika mentas di Sirkuit Chang Buriram nanti.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas