Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Sport

Bikepackers Dikenalkan Pengetahuan Bersepeda Hingga Teknik Bertahan Hidup Saat Pendakian

Hutan pinus dan hawa sejuk khas Lembang menyambut peserta Polygon Bikepackers 2022 ke-4 begitu tiba di Green Grass, Cikole.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Bikepackers Dikenalkan Pengetahuan Bersepeda Hingga Teknik Bertahan Hidup Saat Pendakian
Dok. pribadi
Hutan pinus dan hawa sejuk khas Lembang menyambut peserta Polygon Bikepackers 2022 ke-4 begitu tiba di Green Grass, Cikole. Sebanyak 80 cyclist dan komunitas bikepacking dari area Bandung, Jakarta, dan Bekasi turut hadir menempuh 50 persen medan urban dan 50 persen medan gravel, serta menaklukkan tanjakan Cijengkol yang terkenal ekstrem dengan gradien tertinggi 26 persen dan elevasi 830 meter. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Hutan pinus dan hawa sejuk khas Lembang menyambut peserta Polygon Bikepackers 2022 ke-4 begitu tiba di Green Grass, Cikole.

Sebanyak 80 cyclist dan komunitas bikepacking dari area Bandung, Jakarta, dan Bekasi turut hadir menempuh 50 persen medan urban dan 50 persen medan gravel, serta menaklukkan tanjakan Cijengkol yang terkenal ekstrem dengan gradien tertinggi 26 persen dan elevasi 830 meter.

Bikepackers Bandung kali ini juga berbeda dari sebelumnya dengan hadirnya sepeda urban adventure yang baru saja rilis yaitu Polygon Path X.

Di setiap kegiatan Bikepackers, Polygon selalu menggandeng outdoor enthusiast yang membagikan bagaimana berpetualang dengan sekaligus menjaga bumi.

Kali ini Siska Nirmala, pendaki asal Bandung yang dikenal dengan campaign-nya selama lebih dari 10 tahun yaitu Zero Waste Adventure atau Ekspedisi Nol Sampah berbagi secara detail bagaimana zero waste saat sedang bikepacking – bagaimana bikepacking tanpa meninggalkan sampah plastik.

“Yang saya suka dari acara Bikepackers ini adalah tak hanya mengenalkan kegiatan bersepeda sambil camping saja, tetapi juga mengenalkan (tentang) cara menjaga alam. Ternyata ketika melakukan bikepacking kita bisa saja merusak alam dan ekosistemnya. Tetapi tidak di Bikepackers ini,” papar Rudi, salah satu peserta Bikepackers, Minggu (2/10/2022).

Berita Rekomendasi

“Melalui experience dan saling share semacam ini, saya merasa kita bisa semakin menghargai alam. Kita semua semakin memaknai bahwa surga itu juga ada di bawah kaki kita; yang kita pijak ini,” tutur Ilmi.

Kehangatan acara sharing session dilanjutkan dengan Adipati Bob yang berbagi pengalamannya saat touring mengelilingi pulau Jawa sejauh 3.000 km.

Mengusung tema riding sambil silaturahmi, bagi cyclist enthusiast yang akrab disapa Mas Bob, hal terpenting dalam bersepeda bukan mencapai titik finish dalam waktu tertentu, melainkan indahnya perjalanan dan keselamatan rider.

Bikepackers kembali menghadirkan night orienteering yang berbeda dan menantang.

Selain ditantang mengenai pengetahuan bersepeda, peserta juga ditantang untuk menguasai single-rope technique (SRT) yang merupakan salah satu teknik bertahan hidup pendakian.

“Ini adalah hal baru bagi saya yang sudah sering bikepacking. Harus naik-turun tali dengan cepat dan hati-hati. Ini salah satu checkpoint sekaligus pengalaman paling menarik saya selama mengikuti Bikepackers!” ucap Wildan.

“Kapan lagi bisa orienteering malam-malam pakai sepeda?” tambahnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas