Tribun Sport

Shaddam Achmad Assegaf, Pengidola Khabib Nurmagedov

Shaddam Achmad Assegaf pengidola berat legenda Mix Martial Art (MMA), Khabib Nurmagedov. Ahmad, panggilan akrabnya, serng melihat penampilan petarung

Penulis: Toni Bramantoro
zoom-in Shaddam Achmad Assegaf, Pengidola Khabib Nurmagedov
Dok. pribadi
Shaddam Achmad Assegaf, Pengidola Khabib Nurmagedov 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Shaddam Achmad Assegaf pengidola berat legenda Mix Martial Art (MMA), Khabib Nurmagedov. Ahmad, panggilan akrabnya, serng melihat penampilan petarung asal Rusia yang memiliki rekor tak terkalahkan dalam 29 duel ini lewat youtube.

Tidak hanya itu, Ahmad yang tercatat sebagai pelajar SMP Negeri 3 Salatiga ini mengenal beberapa nama-nama petarung hebat yang pernah ditaklukkan Khabib. Dari mulai Conor McGregor, Dustin Poirier, hingga Justin Gaethje.

Saking senangnya dengan olahraga beladiri, putra pasangan Dwirumanto yang berprofesi sebagai pekerja bengkel las dan Munzahroh pekerja pabrik in datang ke Sasana Schreuder Salatiga untuk berlatih olahraga beladiri wushu.

"Saya berlatih beladiri wushu atas kemauan sendiri karena saya memang menyenangi olahraga beladiri dan saya punya peluang untuk bisa meniti karir di dunia olahraga. Terus terang, saya itu pecinta legenda MMA, Khabib Nurmagedov," cerita Achmad saat ditemui usai menjalani program latihan di Gedung GBK Aeena Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Achmad yang lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 26 April 2009 ini terpilih memperkuat Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia Khusus Sanda yang akan tampil pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022. Dia akan tampil di kategori Pra Junior kelas 48kg.

"Saya terharu, bangga dan bersyukur bisa masuk Timnas Wushu Junior Indonesia. Dan, saya akan berusaha menampilkan pertarungan terbaik di setiap pertandingan. Dan, saya berharap bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di kejuaraan dunia nanti," kata Achmad saat ditanya soal target.

Selama menjalani program latihan di bawah asuhan pelatih asal China, Xia Hong, Achmad merasakan banyak kemajuan terutama masalah teknik pertarungan.

"Saya dapat banyak ilmu terutama masalah teknik pertarungan selama menjalani program latihan yang diberikan. Kini, saya merasa lebih siap lagi menghadapi persaingan di kejuaran dunia nanti," ujarnya.

Ini merupakan penampilan perdana Achmad di kejuaraan dunia junior. Dia merupakan peraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu memperebutkan Piala Presiden 2022 dan runner up Sirkuit Nasional Sanda Seri I Tahun 2022 dan peringkat ketiga pada Indonesia Wushu All Games 2021.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas