Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Kata Herry IP soal Naik Daunnya Raymond/Joaquin: Belum Cukup Teruji, Tapi Juga Ogah Anggap Anteng

Mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP, memberikan pandangannya soal naik daunnya pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kata Herry IP soal Naik Daunnya Raymond/Joaquin: Belum Cukup Teruji, Tapi Juga Ogah Anggap Anteng
HO/IST/SUMBER FOTO PBSI
JUARA AUSTRALIA OPEN- Pasangan non-pelatnas Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan dengan meraih gelar juara Super 500 pertama mereka usai menaklukkan rekan senegaranya, pasangan unggulan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam pertandingan ketat tiga gim dengan skor 22-20, 10-21, 21-18. Kemenangan ini menandai debut gemilang Raymond/Joaquin di level Super 500. (SUMBER FOTO: PBSI) 

Ringkasan Berita:
  • Keberhasilan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjuarai Australia Open 2025 dalam debutnya di turnamen BWF Super 500 menjadi sorotan.
  • Herry IP menilai masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasangan muda Indonesia Raymond/Joaquin adalah ganda putra yang bakal bersinar di masa depan.
  • Tahun depan, Raymond/Indra bakal naik status menjadi ganda putra utama Pelatnas PBSI. Tantangan bagi mereka untuk bisa konsisten di level teratas.

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjuarai Australia Open 2025 masih menjadi sorotan banyak pihak.

Pasangan muda yang bertatus ganda putra pratama pelatnas PBSI ini baru tampil debut di turnamen BWF World Tour Super 500 dan ternyata langsung menjadi juara.

Dalam perjalan meraih titel Australia Open 2025, lawan-lawan yang dihadapi Raymond/Joaquin bukanlah pemain remeh temeh.

Raymond/Joaquin mengalahkan jagoan-jagoan dari Malaysia, diantaranya Man Wei Chong/Kai Wun Tee yang kini menempati ranking lima dunia.

Pasangan muda Indonesia yang berusia 21 dan 20 tahun itu menghajar anak didik Herry IP 21-15, 19-21, 21-15 di babak 8 besar.

Lalu di semifinal juga mengalahkan ranking empat dunia dari Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 21-15, 21-15.

Rekomendasi Untuk Anda

Puncaknya, senior mereka sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang pernah juara China Open 2025, ditumbangkan di laga final 20-22, 21-10, 18-21.

Pengamat sekaligus komentator bulutangkis asal Inggris, Gillian Margaret Clark atau yang karib disapa Oma Gill, memberi pujian untuk Raymond/Joaquin.

Baca juga:  Keistimewaan Raymond/Joaquin Menurut Oma Gill, Punya Faktor X yang Tak Terdefinisi

Menurutnya, pasangan muda yang bertatus ganda pratama pelatnas PBSI ini punya keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan para atlet muda lainnya.

"Ada beberapa atlet muda yang entah bagaimana memiliki sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang melampaui keterampilan teknis yang dibutuhkan."

"Faktor X" yang tidak dapat didefinisikan yang Anda rasakan memberi mereka potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang istimewa," tulis Oma Gill melalui akun X-nya.

Namun demikian, pandangan berbeda disampaikan oleh mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP.

Pelatih berjuluk Naga Api yang kini melatih untuk Malaysia ini mengaku tak mau buru-buru memberikan pujian setinggi langit kepada Raymond/Joaquin.

Herry IP yang pernah menangani ganda putra Indonesia ini mengaku Raymond/Joaquin belum cukup teruji.

Meski mengakui cukup potensial, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasangan muda Indonesia ini adalah ganda putra yang bakal bersinar di masa depan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas