Kata Herry IP soal Naik Daunnya Raymond/Joaquin: Belum Cukup Teruji, Tapi Juga Ogah Anggap Anteng
Mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP, memberikan pandangannya soal naik daunnya pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Keberhasilan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjuarai Australia Open 2025 dalam debutnya di turnamen BWF Super 500 menjadi sorotan.
- Herry IP menilai masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasangan muda Indonesia Raymond/Joaquin adalah ganda putra yang bakal bersinar di masa depan.
- Tahun depan, Raymond/Indra bakal naik status menjadi ganda putra utama Pelatnas PBSI. Tantangan bagi mereka untuk bisa konsisten di level teratas.
TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjuarai Australia Open 2025 masih menjadi sorotan banyak pihak.
Pasangan muda yang bertatus ganda putra pratama pelatnas PBSI ini baru tampil debut di turnamen BWF World Tour Super 500 dan ternyata langsung menjadi juara.
Dalam perjalan meraih titel Australia Open 2025, lawan-lawan yang dihadapi Raymond/Joaquin bukanlah pemain remeh temeh.
Raymond/Joaquin mengalahkan jagoan-jagoan dari Malaysia, diantaranya Man Wei Chong/Kai Wun Tee yang kini menempati ranking lima dunia.
Pasangan muda Indonesia yang berusia 21 dan 20 tahun itu menghajar anak didik Herry IP 21-15, 19-21, 21-15 di babak 8 besar.
Lalu di semifinal juga mengalahkan ranking empat dunia dari Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 21-15, 21-15.
Puncaknya, senior mereka sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang pernah juara China Open 2025, ditumbangkan di laga final 20-22, 21-10, 18-21.
Pengamat sekaligus komentator bulutangkis asal Inggris, Gillian Margaret Clark atau yang karib disapa Oma Gill, memberi pujian untuk Raymond/Joaquin.
Baca juga: Keistimewaan Raymond/Joaquin Menurut Oma Gill, Punya Faktor X yang Tak Terdefinisi
Menurutnya, pasangan muda yang bertatus ganda pratama pelatnas PBSI ini punya keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan para atlet muda lainnya.
"Ada beberapa atlet muda yang entah bagaimana memiliki sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang melampaui keterampilan teknis yang dibutuhkan."
"Faktor X" yang tidak dapat didefinisikan yang Anda rasakan memberi mereka potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang istimewa," tulis Oma Gill melalui akun X-nya.
Namun demikian, pandangan berbeda disampaikan oleh mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP.
Pelatih berjuluk Naga Api yang kini melatih untuk Malaysia ini mengaku tak mau buru-buru memberikan pujian setinggi langit kepada Raymond/Joaquin.
Herry IP yang pernah menangani ganda putra Indonesia ini mengaku Raymond/Joaquin belum cukup teruji.
Meski mengakui cukup potensial, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasangan muda Indonesia ini adalah ganda putra yang bakal bersinar di masa depan.