Apa Dampak Serangan AS ke Venezuela bagi Piala Dunia 2026 dan Olimpiade LA 2028?
FIFA ditekan cabut hak AS jadi tuan rumah Piala Dunia 2026 usai operasi militer Venezuela.
Editor:
Glery Lazuardi
Dalam tulisannya disebutkan setahun menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kota tuan rumah Los Angeles dilanda protes besar terkait deportasi warga Meksiko dan kelompok minoritas.
Di saat yang sama, perang dagang yang terus berubah mengancam hubungan antara ketiga negara tuan rumah, sementara larangan perjalanan berpotensi menghalangi sebagian penggemar hadir langsung.
Ketidakpastian kebijakan Presiden AS Donald Trump membuat prediksi sulit dilakukan, namun para penggemar, pemain, dan tim nasional sudah harus mulai mempersiapkan diri untuk salah satu ajang olahraga terbesar dunia, yang diamankan pada masa jabatan pertama Trump ketika hubungan ketiga negara masih harmonis.
Trump melarang warga dari 12 negara termasuk Afghanistan, Iran, Libya, dan Somalia masuk ke AS. Pengecualian hanya diberikan bagi atlet dan ofisial olahraga, bukan untuk penggemar.
Hal ini membuat pendukung Iran, yang sudah lolos ke Piala Dunia, terancam tak bisa menyaksikan tim mereka berlaga di Amerika.
Menurut ekonom olahraga Andrew Zimbalist, Trump melihat Piala Dunia sebagai kesempatan memperkuat citra internasionalnya.
Namun, sikap politik Trump yang sulit diprediksi menimbulkan ketegangan dan ketidakpastian. Kanada dan Meksiko, yang kini dipimpin Mark Carney dan Claudia Sheinbaum, dinilai lebih siap menghadapi tekanan AS, meski hubungan antar-tuan rumah tetap krusial bagi kelancaran turnamen.
Bagi penggemar Meksiko, perjalanan ke AS terasa penuh risiko.
Selain isu keamanan, keterlambatan proses visa hingga dua tahun membuat banyak dari mereka pesimistis bisa mendukung tim secara langsung.
Meski minat terhadap Piala Dunia diyakini tetap tinggi, dinamika politik jelas akan memengaruhi atmosfer pesta sepak bola terbesar dunia.
Di Kanada, ketegangan dengan pemerintahan Trump juga meningkat.
Lagu kebangsaan AS bahkan sempat diboikot di pertandingan hoki.
Perdana Menteri Carney menegaskan bahwa Kanada “tidak untuk dijual” setelah Trump menyebut rencana menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51.
Dengan Club World Cup yang segera dimulai di AS, ajang ini dipandang sebagai ujian kesiapan negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
Namun, perkembangan hubungan politik antara ketiga negara tuan rumah akan sangat menentukan sukses atau tidaknya turnamen mendatang.
Baca juga: Thomas Muller Sindir Lionel Messi, Ragukan Kualitas La Pulga di Piala Dunia 2026