Daftar Pemenang Archery Challenge 2026 Seri 1: MI NU Banat Cetak Hattrick Juara di Kudus
Sebanyak 562 peserta dari tingkat SD hingga SMP ikut bersaing dalam lima kategori umur turnamen panahan untuk kelompok usia.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Daftar Pemenang Archery Challenge 2026 Seri 1: MI NU Banat Cetak Hattrick Juara di Kudus
Ringkasan Berita:
- 562 pelajar dari SD hingga SMP ikut MilkLife Archery Challenge 2026 di Kudus.
- Turnamen ini jadi bagian penting pembinaan atlet panahan sejak usia dini.
- MI NU Banat Kudus kembali jadi juara umum berkat konsistensi latihan.
TRIBUNNEWS.COM - Ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang bertajuk "MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1" yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada 30 April hingga 2 Mei.
Turnamen ini menjadi salah satu kompetisi panahan usia dini yang rutin digelar untuk mencari sekaligus membina bakat-bakat muda di olahraga tersebut.
Sebanyak 562 peserta dari tingkat SD hingga SMP ikut bersaing dalam lima kategori umur.
Baca juga: 1.360 Atlet Ramaikan Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025
Mereka tidak hanya bertanding untuk menjadi juara, tetapi juga membawa nama sekolah masing-masing.
Kompetisi ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet sejak usia dini.
Dalam olahraga seperti panahan, kemampuan teknis saja tidak cukup. Faktor mental—seperti ketenangan, fokus, dan konsistensi—menjadi kunci utama.
Latihan Menghadapi Tekanan Pertandingan
Hal ini terlihat jelas di babak final, di mana para peserta harus menjaga akurasi setiap kali melepaskan anak panah di tengah tekanan pertandingan.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan pentingnya turnamen seperti ini dalam proses pembinaan atlet muda.
Menurutnya, pengalaman bertanding secara rutin akan membantu membentuk kemampuan teknik sekaligus mental para atlet.
“Kompetisi seperti ini penting agar atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan. Tidak hanya soal menang atau kalah, tapi juga proses belajar dan perkembangan mereka ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Vera Eka Wardani. Ia menjelaskan bahwa penggunaan kategori usia “under” membuat lebih banyak anak bisa ikut berpartisipasi.
Ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem panahan dari level paling dasar.
“Semakin banyak anak terlibat, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berkualitas di masa depan,” kata Vera.
Baca tanpa iklan