Ada Aksi Menendang di Le Mans, Mulut dan Kaki Pecco Bagnaia Tidak Sinkron
Aksi tak terpuji Pecco Bagnaia menendang peralatan petugas marshall seusai kecelakaan pada balapan MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Tindakan dan omongan yang tidak sinkron Pecco Bagnaia setelah balapan utama MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans
- Pecco Bagnaia mengalami crash di tikungan 16 yang membuatnya gagal merampungkan balapan
- Pecco Bagnaia lihatkan aksi tak terpuji dengan menendang peralatan marshall yang bertugas
TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco 'Pecco' Bagnaia menunjukkan ketidakselarasan antara ucapan dan perbuatan pasca-balapan MotoGP Prancis 2026.
Pecco Bagnaia yang menjadi andalan pada main race MotoGP Prancis 2026 menyusul absennya Marc Marquez akibat cedera, justru gagal merampungkan balapan akibat crash, Minggu (10/5) malam WIB.
Pecco Bagnaia kehilangan grip ban depan yang berujung DNF (did not finish) akibat terjatuh di lap ke-16.
Padahal situasinya cukup menguntungkan bagi Pecco Bagnaia, untuk setidaknya meraih podium. Di sisi lain, Italiano 29 tahun itu tengah mengejar Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang memimpin jalannya balapan, sebelum akhirnya Jorge Martin keluar sebagai pemenang.
Kegagalan finis di Sirkuit Le Mans membuat juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu frustrasi.
Namun yang menjadi sorotan adalah ketidakcocokan atas aksi dan perkataannya. Pembalap Ducati asal Turin, Italia ini mengaku puas dengan kondisi motor, khususnya dalam hal kecepatan.
"Saat saya berada di belakang Bezzecchi, saya melihat kecepatan luar biasa yang mereka dapatkan saat keluar dari tikungan, dan mereka berakselerasi sangat kencang saat keluar dari tikungan," aku Pecco Bagnaia dalam wawancaranya setelah balapan, dikutip dari laman Motosan.
"Hari ini (tadi malam-red) kami telah melangkah maju, sedemikian rupa sehingga saya berhasil keluar dari tikungan terakhir, tikungan 8, dengan sangat kuat. Ketika Anda melaju sangat kencang hingga batas maksimal, Anda berhasil memahami hal-hal yang, ketika Anda sedang berjuang," sambung mantan rider Pramac Prima Ducati.
Desmosedici Ducati kini bukan lagi motor terbaik, melainkan turun ke peringkat kedua.
Sebaliknya, RS-GP Aprilia mampu melejit menjadi kuda besi yang cocok di segala trek.
Pecco menyebut, motornya harus ada peningkatan dalam hal grip atau daya cengkeram terhadap aspal untuk ban depan.
"Menurut saya, yang perlu kita perbaiki adalah cengkeraman di tikungan, di mana mereka sangat kuat," tambah suami Domizia Castagnini.
Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2026: Bezzecchi Cuma Sejengkal Memimpin, Aprilia Makin Dominan
Aksi Frustrasi Repotkan Marshall
Namun sebelum menyampaikan pernyataannya, ada aksi Pecco Bagnaia yang dinilai kurang terpuji.
Tepatnya saat menepi setelah crash, Pecco Bagnaia menunjukkan rasa frustrasinya lebih dari sekadar teriakan ataupun kekesalan. Namun juga melalui tindakan.
Baca tanpa iklan