Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Ini Risiko yang Diterima Pemain Sepakbola Ketika Terpaksa Main Tarkam

"Kalau cedera tidak ada yang asuransi, biar itu urusan saya dengan Allah,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Husein Sanusi
zoom-in Ini Risiko yang Diterima Pemain Sepakbola Ketika Terpaksa Main Tarkam
SUPER BALL/FERI SETIAWAN
Pemain Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu (kedua kiri) berebut bola dengan pemain Barito Putra, Musafri (ketiga kanan) dalam laga ujicoba antara Persija Jakarta melawan Barito Putra di Stadion Utama Gelora Bung Karna (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2015). SUPER BALL / FERI SETIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pasca pembekuan PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), sejumlah pemain sepakbola tanah air beralih profesi menjadi pemain antar kampung (Tarkam). Jika Sriwijaya FC memilih meliburkan pemainnya, maka ada beberapa aktifitas mantan pemainnya yang kini memperkuat klub di ISL memilih tarkam.

Sebut saja bek Maman Abdulrahman, Ramdani Lestaluhu yang berstatus pemain Persija Jakarta. Kemudian Diego Michels yang bermain futsal di Garuda All Star, bahkan ada pula kiper AndriTany. Ramdani dan Maman Abdurahman misalnya, main tarkam di di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (29/05).

Seperti dilansir dari situs lokal Tangerang, dalam laga itu, Maman Abdurahman dan Jakarta, Ramdani Lestaluhu berada dalam satu tim, mempertemukan Cihuni FC melawan Legok FC. Pertandingan ini sempat diwarnai kericuhan setelah Ramdani mencetak gol. Keributan sempat menjurus menjadi adu jotos antar pemain.

Maman Abdurahman, yang mantan bintang Persib Bandung ini mengatakan, terpaksa bermain tarkam demi bertahan hidup pasca kompetisi Indonesia Super League (ISL) diberhentikan.

"Kami mencari nafkah dari sepakbola, jika kompetisinya saja diberhentikan, kami dan keluarga mau makan apa?," ujarnya, Sabtu (30/5).

Maman bersama Ramdani tahu resiko cedera baginya, jika mengikuti kompetisi antar kampung yang dikenal keras. Karena jika tidak ada yang mengasuransi."Kalau cedera tidak ada yang asuransi, biar itu urusan saya dengan Allah," ujar mantan bek timnas senior tersebut.

Sementara itu Pelatih Rahmad Darmawan mengaku tidak bisa melarang para pemain Persija, karena seiring dengan dengan bekukannya PSSI, terlebih lagi kini sudah terkena sanksi dari FIFA.
"Perlu ada solusi, karena pemain hidup dari sepakbola," jelas RD sapaannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Makassar, diliburkannya PSM membuat Kapten PSM yang pernah bermain untuk Sriwijaya FC Syamsul Chaeruddin pun tampil di Piala Pangdam Wirabuana, di Lapangan Kodam Makassar, Kamis (21/5) lalu.

Syamsul bersama Aditya Putra Dewa, Rasul Zainuddin, Rasyid Bakri, dan David Rizka tampil membela klub Barindo FC lawan Pelita Utama Gowa yang berakhir 1-1."Kami main tarkam agar pemerintah dan PSSI melihat penderitaan pemain. Kami ini tumpuan keluarga," ujar Syamsul."Main tarkam untuk menjaga kebugaran."

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas