Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Obituarium Cruyff: Pujangga yang Mengubah Paras Sepakbola

APA yang membuat sepakbola menjadi menarik? Karena sepakbola melahirkan banyak sekali drama dari manusia-manusia yang kadangkala sungguh nyentrik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Obituarium Cruyff: Pujangga yang Mengubah Paras Sepakbola
FOTO-FOTO: TELEGRAPH/DAILY MAIL

Apakah ia akan dikenang sebagai penyair? Mungkin. Tapi barangkali, ia lebih pantas dikenang sebagai jenius yang mengubah wajah sepakbola.

Tahun 1974, Cruyff datang ke Jerman Barat sebagai bagian dari satu tim yang baru saja mengalami revolusi. Dari permainan sepakbola Eropa yang kuno dan coba-coba meniru permainan indah Amerika Latin, menjadi sepakbola sistemik yang berpijak pada soliditas kerjasama, kejelian mencari dan mengisi ruang, serta kecepatan transisi, Totaal Voetbal.

Dan Rinus Michels, sang pembaru sistem ini (sebab mula-mula gaya ini telah dipraktikkan Tim Nasional Hongaria di tahun 1950an), pelatih yang nyaris selalu memanggil pemain-pemainnya hanya dengan nomor punggung mereka, memercayakan Cruyff sebagai jenderal di lapangan.

Hanya dia, ucap Michels, yang mampu menerjemahkan sistem ini dengan sempurna. Dan atas kehebatan itu, Cruyff menjadi satu dari sangat sedikit pemain yang dipanggil Michels dengan namanya: Johan.

twitter: @aguskhaidir

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas