Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Final AFF 2016: Malaikat Bersayap Garuda

Apalah daya, para ksatria pasukan gajah itu dipukul mundur para malaikat bersayap Garuda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Husein Sanusi
zoom-in Final AFF 2016: Malaikat Bersayap Garuda
dok.Kemenpar
Kemenangan Timnas PSSI membawa kesuksesan bagi Wonderful Indonesia. 

Di pinggir lapangan, pada posisi yang tak begitu diperhatikan penonton, dialah sosok pelatih kharismatis yang otaknya selalu berpikir cara memenangkan sebuah pertandingan.

Kakek asal Austria itu adalah sosok penting yang melihat pertempuran sebagai arena untuk mengaktualkan skema-skema berpikir di alam imajinasi, dan menariknya turun ke lapangan hijau.

Dia bukan sekedar pengatur strategi, dia dalah motivator yang membangkitkan asa dan menghangatkan bara permainan hingga membakar sanubari pasukan Garuda yang selalu mampu bangkit di babak kedua.

Riedl adalah seorang pelatih jenius yang belajar dari setiap permainan. Sungguh menggetarkan setiap senjata amunisi yang dikeluarkannya saat pergantian pemain.

Riedl menurut saya adalah pelatih penganut filsafat kearifan yang tak pernah mau berhenti belajar bahkan hingga menjelang dia akan pensiun setelah pagelaran AFF ini berakhir.

Kekuatan Riedl ada pada ketenangan, sikap terbuka, dan pada kesediaan untuk terus belajar dari segala yang dialami dan ditemui selama bertahun-tahun ditempa di lapangan sepak bola.

Ia memahami bahwa bola bukan sekedar permainan belaka, melainkan panggung filsafat yang menempa kematangan seorang pemain maupun pelatih. Bola adalah field untuk mengasah kepekaan sebagai manusia di panggung kehidupan.

Rekomendasi Untuk Anda

Riedl mengajari Boaz Salossa dkk bukan hanya otot yang bergerak, tapi juga menuntut intuisi dan naluri serta otak bekerja.

Daya magisnya membuat seluruh lini lapangan menjadi panggung keindahan. Pasukannya tiba-tiba bermetamorfosis menjadi para seniman yang meliuk-liuk dan menyihir lawan hingga tak sadar bahwa gawang mereka telah kebobolan.

Suporter Timnas Indonesia dan lapangan hijau kemudian menciptakan momen upacara bersama, di mana sarkasme kemenangan didaulat dalam sebuah upacara bersama.

Maka sudah sepantasnya jika kini jutaan warga Indonesia menanti karya besar Alfred Riedl bersama para Malaikat Garudanya. Semoga Rajamanggala benar-benar jadi tempat penobatan Indonesia sebagai raja sepakbola Asia Tenggara untuk yang pertama kalinya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas