Superskor

Soccer Style

Akibat Selebrasinya, Aubameyang Disanksi Rp 710 Juta

Aksi memakai topeng tersebut disinyalir tidak semata murni sebuah selebrasi tapi sebuah iklan terselubung.

Penulis: Muhammad Barir
Editor: Husein Sanusi
Akibat Selebrasinya, Aubameyang Disanksi Rp 710 Juta
superball.id
Pierre-Emerick Aubameyang 

TRIBUNNEWS.COM - Striker Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang menghadapi masalah dengan bos dan ofisial klubnya setelah dia memakai topeng saat berselebrasi merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Schalke.

Aksi memakai topeng tersebut disinyalir tidak semata murni sebuah selebrasi  tapi sebuah iklan terselubung.

Aubameyang mencetak gol pertama di laga itu. Selebrasinya memicu masalah karena topeng yang digunakan Aubameyang adalah topeng yang dipakainya saat pembuatan iklan promosi Nike. Topeng itu mempunyai mempunyai corak terkait dengan kampanye sepatu Nike terbaru.

Selebrasi mencetak gol dengan memakai topeng berawarna hitam dengan guratan warna oranye dan strip putih yang simetris di kedua sisinya itu membuat Aubameyang diharuskan membayar denda minimal 50 ribu Euro atau sekitar Rp 710 juta.

Aksi Aubameyang kali ini dinilai telah "offside" alias melanggar aturan klub. Pada pertandingan tersebut, Dortmund bermain imbang 1-1 melawan Schalke.

Menurut harian Jerman, Bild, Senin (3/4), selebrasi bertopeng Aubameyag bermasalah karena  topeng yang ia kenakan saat mencetak gol ke gawnag Schalke adalah topeng yang sama yang dikenakannya saat syuting sebuah iklan untuk sponsor pribadinya, Nike.

Masalah utama adalah bahwa Nike adalah pesaing merek pakaian olahraga Puma yang notabene sponsor tim Borussia Dortmund. Sebelumnya, Aubameyang sudah bermasalah dengan bos Dortmund karena membuat logo khas Nike di kepalanya bulan lalu.

"Ini bukan tentang itu, kita dipaksa dengan cara ini untuk mendorong melalui kepentingan ekonomi Nike. Mitra kami adalah Puma," kata CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke kepada Bild.

"Tindakan ini tidak layak dilakukan kepada sebuah perusahaan besar. Sebuah hubungan yang serius (bisnis) berbeda dengan itu. Hubungan secara signifikan menjadi tegang pada saat ini," tambahnya, mengacu pada hubungan klub dengan Nike.

Ada cerita yang lebih menarik lagi muncul dari laga derby  di Veltins-Arena Sabtu lalu, pada saat pemain belakang Dortmund, Marc Bartra memberikan penghargaan kepada penggemarnya yang memenuhi janji memakai kaus di tengah-tengah kerumunan suporter lawan (fans Schalke).

Menurut laporan Bild, gara-gara selebrasi topeng itu, Aubameyang akan bertemu dengan bos klub setelah pertandingan kandang liga melawan Hamburg untuk diberi tahu kalau setiap aksi serupa akan menyebabkan kenaikan denda yang nilainya bakal meningkat secara drastis.

Puma, yang memegang saham sebesar lima persen di Dortmund, mengatakan mereka berharap klub akan bereaksi atas insiden ini. "Kami bertanya-tanya mengapa pesaing kami menempatkan pemain dalam situasi seperti ini," kata juru bicara klub. "Kami yakin Dortmund akan menarik kesimpulan yang benar dari insiden itu".

Aubayemang, yang mengatakan  suatu hari dia ingin bermain untuk Real Madrid, memiliki kontrak di Dortmund sampai 2020. Tapi pada awal tahun lalu, dia sudah dua kali mengisyaratkan bahwa ia sedang mempertimbangkan meninggalkan pada akhir musim nanti.

Bukan kali ini saja Aubameyang memperlihatkan selebrasi memakai topeng usai mencetak gol. Sebelumnya dia pernah memakai topeng superhero Spiderman dan juga Batman ketika merayakan gol Dortmund pada Agustus 2014 dan Februari 2015.

Saat itu, dia baik-baik saja tidak mengalami pengaduan apapun dan tak ada sanksi. Berbeda dengan peristiwa kali ini. Meski sama-sama memakai topeng, untuk aksi selebrasi topeng yang ini diketahui sebagai cara promosi terselubung dan sebuah strategi pemasaran yang dilakukan Aubameyang di lapangan. Dia mempromosikan sebuah produk dan merek yang merupakan merek pesaing dari perusahaan sponsor utama klub.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas