Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Piala AFF U16

Kisah Penyerang Timnas U-16 Indonesia yang Tak Malu Gembalakan Kambing

Pilar Timnas U-16 itu dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang tinggal di rumah semi permanen, di sudut kampung tersebut.

Kisah Penyerang Timnas U-16 Indonesia yang Tak Malu Gembalakan Kambing
SURYA/SUGIHARTO
Pemain Timnas Indonesia U-16 Yadi Mulyadi (kanan) berjibaku melawan Timnas U-16 Vietnam Trinh Quang Truong (kiri) dalam babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoharjo, Kamis (2/8/2018). Timnas Indonesia U-16 memuncaki klasemen Grup A setelah menghempaskan Timnas U-16 Vietnam 4-2. SURYA/SUGIHARTO 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Di balik kemenangan Timnas U-16 di AFF 2018, Minggu (12/8/2018) ada kontribusi dari lima pemain jebolan SSB ASAD Jaya Perkasa Purwakarta.

Sekolah yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi, yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta sering mengantarkan pemainnya ke kancah internasional.

Seorang siswa sekolah sepak bola yang asli Purwakarta yaitu Yadi Mulyadi (16).

Pemuda itu berasal dari Kampung Tegal Bihbul, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Purwakarta.

Sejak usia 2 tahun, pilar Timnas U-16 itu dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang tinggal di rumah semi permanen, di sudut kampung tersebut.

Nenek Yadi, Yuyum (48) menceritakan bahwa sewaktu Yadi masih kecil, ia kerap memarahinya karena bermain sepak bola. Pasalnya pemain depan Timnas itu kerap bermain hingga menjelang malam.

Namun, meski begitu, setelah menjadi pemain bola yang membela negara, ia hanya bisa mendoakan Yadi dan teman-temannya bisa menang.

 Yusuf Bachtiar: Komdis Tidak Asal-asalan Ambil Keputusan

"Dahulu, kalau pulang tuh suka terlalu sore, jadi selalu saya ingatkan karena agar dia tetap mengikuti mengaji di masjid. Sekarang mah kami hanya bisa mendoakannya dari jauh, semoga Yadi sukses," kata Yuyum, saat ditemui di depan rumahnya.

Bahkan, doanya selalu dipanjatkan bersama-sama dengan keluarga, sesaat sebelum permainan dimulai.

Dukungan dan doa tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Halaman Selanjutnya

Ikuti kami di
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas