Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Timo Scheunemann: Liga Kompas Sangat Positif, Saya Acungi Jempol

Timo Scheunemann memberikan motivasi kepada para pemain tin LKG-SKF Indonesia yang akan berlaga pada kejuaraan Gothia Cup 2019 di Swedia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Timo Scheunemann: Liga Kompas Sangat Positif, Saya Acungi Jempol
tribunnews.com/abdul majid
Mantan pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann memberikan motivasi kepada para pemain tin LKG-SKF Indonesia yang akan berlaga pada kejuaraan Gothia Cup 2019 di Swedia. Tribunnews/Abdul Majid 

Laporna Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Mantan pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann memberikan motivasi kepada para pemain Tim  LKG-SKF Indonesia yang akan berlaga pada kejuaraan Gothia Cup 2019 di Swedia.

Sebelum memberikan motivasi, pelatih yang pernah mendapatkan linsesi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman tersebut terlebih dulu memberikan pujian kepada Liga Kompas U-14 yang secara konsisten digelar dan berhasil melahirkan pemain-pemain berbakat tiap tahunnya.

“Pembinaan usia dini yang bagus harus berbasis Liga. Oleh karena itu, Liga Kompas sangat-sangat positif sudah berjalan lama. Jadi steering powernya itu luar biasa. Itu saya acungi jempol karena tidak mudah ngurusin bola di Indonesia, dan lokal. Dua itu penting. Kalau kompetisi nasional itu bonus, turnamen, friendly match itu juga bonus,” kata Coach Timo di The Lodge at Jagorawi Golf and Country Club, Bogor, Minggu (30/6/2019).

Lebih lanjut, Coach Timo juga menjabarkan bagaimana cara pembinaan pesepakbola usia dini yang harus dilakukan di Indonesia. 

Salah satunya kualitas di Sekolah Sepak Bola (SSB) harus diperhatikan mulai dari lapangan hingga kuantitas latihan.

Tak hanya itu, sosok pelatih menurutnya juga sangat sakral dalam pembinaan pesepakbola usia dini. Karena pelatih akan menentukan program latihan para pemain baik jangka pendek maupun panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kompetisi liga harus lokal. Kemudian kualitas SSB nya harus oke, lapangannya harus bagus, bolanya satu orang satu, jumlah latihan perminggu minimal 3 kali perminggu, plus satu kali pertandingan itu semua berjengang dan latiha nsendiri di rumah,”

“Latihannya juga harus benar. Makanya kualitas pelatih juga harus ditingkatkan, jadi pelatih itu tetap jadi unjung tombak pembinaan. Jadi dari segi psikologi program latihan keseharian dan jangka panjang dia harus paham. Kalau tidak paham repot, pembinaan kita tidak akan efektif,” paparnya.

Setelah sukses menggelar Liga Kompas Kacang Garuda U-14 musim 2018/2019, Liga Kompas kembali memilih 18 pemain terbaiknya yang akan dikirim ke Swedia.

18 pemain yang masuk ke dalam tim LKG-SKF itu akan mengikuti kompetisi Gothia Cup 2019 pada 14-20 Juli 2019.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas