Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kadafi: Naturalisasi Jangan Jadi Penghambat Prestasi Atlet Indonesia

Pernyataan Kadafi mengenai prestasi atlet ini berkaitan dengan persoalan naturalisasi yang saat ini menjadi isu publik.

Kadafi: Naturalisasi Jangan Jadi Penghambat Prestasi Atlet Indonesia
ist
Muhammad Kadafi, Anggota Komisi X DPRI RI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk meningkatkan prestasi para atlet di Indonesia.

“Agar selaras dengan prestasinya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang telah diraihnya. Itu penantian selama 10 tahun. Maka kita harap juga prestasi atlet bisa berbanding lurus,” kata Kadafi di Jakarta (28/8/2020).

Pernyataan Kadafi mengenai prestasi atlet ini berkaitan dengan persoalan naturalisasi yang saat ini menjadi isu publik.

Upaya naturalisasi atlet ini tak hanya kalangan atlet sepakbola namun juga pada cabang olahraga lainnya, misalnya olahraga basket.

“Sebaiknya, kita mendorong dan bekerja keras untuk peningkatan prestasi atlet-atlet Indonesia, bukan memilih jalan pintas naturalisasi,” kata Kadafi lagi.

Baca: Pelatih Persija Sindir Cara Instan PSSI Naturalisasi, Bisa Rusak Harapan Pemain Muda Indonesia

Bahkan, Kadafi mengatakan belum melihat nilai positifnya dari naturalisasi atlet tersebut.

“Sekarang yang harus dilihat adalah apakah naturalisasi atlet itu memiliki dampak positif untuk atlet-atlet Indonesia atau tidak. Jika tidak ada nilai positifnya, maka lebih baik kita focus saja bagaimana mengembangkan para atlet muda di Indonesia agar lebih berkualitas,” kata Kadafi menambahkan.

Menurut Kadafi, disbanding naturalisasi atlet lebih baik mengundang pelatih-pelatih yang berkompeten.

“Jauh lebih bermanfaat. Karena mengenai atlet ini berkaitan dengan tim olahraga, bukan untuk perorangan. Bahkan pelatih-pelatih yang berkompeten dapat menularkan ilmu-ilmunya kepada pelatih-pelatih di Indonesia, itu lebih positif. Kalau naturalisasi kan kesannya hanya mencari jalan pintas saja,” katanya.

Naturalisasi atlet, kata Kadafi, juga dapat mengganggu semangat para atlet Indonesia.

"Mental mereka drop, seakan-akan usaha keras mereka selama ini tidak diapresiasi sama sekali. Ini tidak baik bagi perkembangan atlet, sebab telah memupus harapan mereka, dan merusak semangat juang mereka selama ini. Saya kira, pemerintah dan pengurus cabang olahraga perlu memperhatikan soal-soal seperti ini. Kita juga harus lihat tujuan utama dari kegiatan olahraga kita,” katanya.

Sebetulnya, kata Kadafi, yang paling penting adalah menyelesaikan inti persoalan pada dunia olahraga.

“Misalnya, apakah sudah ada kurikulum pembinaan yang seragam dalam dunia olahraga atau tidak, bagaimana dengan kestabilan kompetisinya. Selain itu, juga bagaimana dengan pengurus cabang olahraga apakah memiliki roadmap untuk atlet-atletnya. Ini semua yang perlu diluruskan,” katanya.

Selain itu, kata Kadafi, persoalan itu juga akan berkaitan dengan sarana dan prasarana bagi atlet serta jaminan masa depan para atlet.

“Misalnya, ketika membangun sarana olahraga, apakah ini terintegrasi dengan dunia pendidikan atau tidak. Jika fasilitas-fasilitas ini terintegrasi dengan dunia pendidikan maka atlet-atlet yang menggunakan adalah mereka yang berada dalam dunia pendidikan. Artinya selain bersekolah mereka juga adalah atlet,” katanya.

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas