Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Masuk Akal Perpindahan Bhayangkara FC ke Kota Solo kata Akhmad Hadian Lukita

Akhmad Hadian Lukita mengatakan perpindahan Bhayangkara FC ke Solo dan kini berubah menjadi Bhayangkara Solo FC telah sepengetahuan pihaknya.

Masuk Akal Perpindahan Bhayangkara FC ke Kota Solo kata Akhmad Hadian Lukita
tribunnews.com/abdul majid
Akhmad Hadian Lukita 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengatakan perpindahan Bhayangkara FC ke Solo dan kini berubah menjadi Bhayangkara Solo FC telah sepengetahuan pihaknya.

Ia juga memahami alasan perpindahan Bhayangkara FC ke Solo salah satunya karena untuk menarik suporter.

Terlebih nantinya, lanjutan kompetisi bakal berlanjut yang mayoritas dihelat di Yogyakarta. Itu juga menurutnya jadi lokasi yang tepat.

“Ya, sudah laporan ke kami juga, jadi hari rabu kemarin sudah mengirim surat ke PT LIB bahwa Bhayangkara FC rencana mau pindahkan homebasenya ke Solo. Alasannya ada beberapa pertimbangan, kalau berjalan liga juga ada di titik tengah. Central lah,” kata Hadian.

Lebih lanjut, Hadian menjelaskan dalam kondisi seperti ini klub diberi kelonggaran untuk berpindah homebase.

Akan tetapi, segala perubahan harus didasari dengan hal yang masuk akal dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Prinsipnya kan sekarang dalam kondisi extraordinary tidak jadi pertimbangan utama lah, boleh juga di tengah jalan kalau mau pindah tapi pertimbangannya harus masuk akal. Saya kira Bhayangkara sendiri alasanya masuk akal,” jelasnya.

Chief Operating Officer Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol. Sumardji sebelumnya menjelaskan salah satu alasan The Guardian pindah ke Solo yakni ingin menggaet suporter lebih banyak lagi lantaran di Jakarta tak banyak pendukung yang antusias pada Bhayangkara FC.

“Yang pasti itu, kami ingin mendekatkan kepada suporter yang cinta sepak bola. Dikarenakan di Jakarta kami tidak bisa menggaet atau mendapatkan suporter yang lebih besar,” kata Sumardji.

“Pertimbangannya itu. Jadi dengan adanya suporter yang ada, bisa menambah semangat anak-anak,” sambungnya.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas