Joel Matip Jadi Kambing Hitam Kekalahan Liverpool, Mirip Dejan Lovren 2019, Kerap Bikin Blunder
Penampilan buruk Joel Matip saat Liverpool dilibas Wolverhampton 3-0 (4/2) membuat para pendukung The Reds membandingnya dengan Dejan Lovren.
Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
Para pendukung Liverpool di media sosial bahkan menyebut berbagai blunder Matip membuat mereka teringat kepada Dejan Lovren, bek yang jadi "musuh publik" pendukung The Reds lantaran dinilai kerap bikin blunder di musim terakhirnya pada 2019.
"Matip adalah bencana hari ini. Lovren-esque (style ala Lovren, Red) sepertinya terlihat kembali," tulis salah satu penggemar The Reds dikutip lagi dari Dailystar.
Yang lain menulis, "Performa Matip akhir-akhir ini lebih buruk daripada apa pun yang dihasilkan Lovren. Penurunan yang sangat menyedihkan dari musim lalu."
Bahkan, ada yang menulis bahwa Matip masih beruntung sebab pelatih Klopp tetap mempertahankannya selama 90 menit.
Dan tak menariknya keluar seperti yang dilakukan terhadap Lovren (ditarik menit ke-30 saat melawan Spurs pada Oktober 2917 lalu)
"Jika dia (Klopp) mempermalukan Lovren vs Spurs dengan menariknya lebih awal, lakukan hal yang sama dengan Matip," tulis seorang warganet
Matip terhindar dari dipermalukan seperti itu lantaran, bagaimanapun, Liverpool memang kekurangan pemain di lini pertahan.
Satu-satunya bek tengah di bangku cadangan adalah Nat Phillips, yang baru membuat lima penampilan di semua kompetisi musim ini.
Klopp tak mau mengambil risiko lebih buruk dengan memasang pemain kurang berpengalaman dalam situasi sedang tertekan seperti itu.
Klopp menyebut kekalahan itu sebagai "mengerikan".
"Sangat-sangat mengecewakan. Awal pertandingan yang mengerikan, benar-benar mengerikan; itu kebalikan dari apa yang ingin kami lakukan. 12 menit pertama, tertinggal 2-0, sama sekali tidak bagus, terutama dalam situasi kami. Hal itu sama sekali tidak boleh terjadi," katanya di situs Liverpool.
Kiper Liverpool, Alisson mengaku frustrasi dengan keterpurukan timnya, yang belum pernah menang di Liga Primer pada tahun 2023 ini.
Ketika ditanya tentang apa yang salah pada Liverpool sehingga sekarang terpuruk di peringkat sepuluh klasemen sementara, dia menyebut bahwa timnya tak punya konsistensi.
"Kami tidak memiliki konsistensi sama sekali – maksud saya konsistensi bermain 90 menit dengan sangat fokus dan melakukan semua yang harus kami lakukan di lapangan. 15 menit pertama, kami memulai permainan dengan tidak baik dan kami dihukum karenanya, kebobolan dua gol," ujar kiper asal Brasil ini.
"Kami tidak dalam situasi di mana kami percaya diri, percaya diri untuk kembali, tetapi kami mencoba. Kami memulai babak kedua dengan baik, tapi kemudian kami kebobolan lagi. Saat kami tidak mencetak gol dan kami kebobolan lagi, jadi itu benar-benar membuat saya frustrasi," ujar Alisson.