MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2, Coach Timo Puji Talenta Putri Kota Bengawan
Tanggapan Timo Scheunemann, pelatih Timnas Putri U16 dengan perkembangan sepak bola putri di Solo setelah acara MilkLife Soccer Challenge seri 2.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Turnamen sepak bola putri kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun, MilkLife Soccer Challenge Solo Serie 2 selesai digelar di Lapangan Banyuanyar, Solo, Minggu (15/2/2026) sore.
- Tanggapan pelatih Timnas Putri U16 Indonesia, Timo Scheunemann tentang perkembangan para siswi yang turut andil dalam turnamen ini.
- MilkLife Soccer Challenge adalah wadah bagi para putri usia dini untuk mengasah kemampuan sepak bola mereka secara berjenjang dan berkesinambungan agar menghasilkan talenta yang mumpuni
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia sekaligus Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann senangnya bukan main dengan perkembangan sepak bola putri Kota Bengawan, yaitu Solo.
Lewat turnamen sepak bola putri kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang berlangsung di 12 kota besar Indonesia, para siswi dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Pada Minggu (15/2/2026) sore di Lapangan Kota Barat, Solo berlangsung laga final MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Solo dari KU-10 dan KU-12 untuk SD dan MI di Solo dan sekitarnya.
Final tersebut menyuguhkan laga dari sekolah MIN 9 Sragen vs SDN 2 Malangjiwan di kelompok usia 10 tahun, dan laga SD Kristen Manahan SKA vs MIN 9 Sragen di KU-12.
MIN 9 Sragen berhasil memenangkan pertandingan atas SDN 2 Malangjiwan dengan skor 3-0.
Sementara SD Kristen Manahan SKA berhasil memepertahankan juara dari seri pertama berkat kemenangan 7-2 atas MIN 9 Sragen.
Tanggapan Coach Timo
Coach Timo, sapaan akrab dari pelatih Timo Scheunemann melihat perkembangan yang baik dari sepak bola putri di Solo.
Tidak hanya antusias dari para siswi yang meningkat, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak termasuk para orang tuanya.
"Antusiasme dari orang tua, dari sekolah-sekolah sudah terbentuk yang tadi awalnya kita masih berjuang untuk mendapatkan dukungan orang tua, dukungan sekolah-sekolah sekarang sudah luar biasa itu sangat kita syukuri," buka Coach Timo kepada awak media pada Minggu (15/2/2026).
Untuk diketahui, turnamen ini diikuti oleh 1.016 siswi pada seri Solo tahun 2025 yang berlangsung mulai 14-18 Mei.
Pada seri satu musim 2025/2026 yang dilangsungkan 28 Oktober hingga 2 November diikuti oleh 1.736 siswi.
Sedangkan pada seri Solo kedua pada Februari 2026 diikuti sebanyak 1.618 siswi yang ambil bagian.
Jumlah seri kedua memang menurun, daripada seri sebelumnya, namun secara kualitas coach Timo puas karena para sisw yang bersaing di turnamen ini memperlihatkan perkembangan.
"Yang lebih mengembirakan sebenarnya yang lama-lama (pemain) berkembangnya pesat dan itu menunjukkan memang kalau ada pembinaan," beber coach Timo soal perkembangan siswi yang ambil di turnamen MLSC seri kedua Solo.
"Pasti akan ada perkembangan yang signifikan jadi bukan hanya kita bisa identifikasi pemain yang bertalenta tapi juga kita bisa kembangkan lewat turnamen-turnamen seperti ini dan juga program ekstra training. Kita push mereka untuk cari SSB karena kita mau kembangkan keseluruhan daripada ekosistem," jelasnya.
Baca tanpa iklan