Komentar Jose Mourinho soal Insiden Rasisme kepada Vinicius, Ingin Netral Berujung Diskors
Jose Mourinho sebut dirinya ingin netral setelah insiden rasisme kepada Vinicius, berujung kena kartu merah dan apes untuk Benfica.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Jose Mourinho mengaku ingin netral soal insiden rasisme kepada Vinicius
- Dia memilih untuk menegur Vinicius saja agar selebrasi tak berlebihan
- Plot twist, di akhir laga melawan Real Madrid, Mourinho justru kena kartu merah
TRIBUNNEWS.COM - Komentar Jose Mourinho soal apa yang ia katakan kepada Vinicius Junior setelah dugaan rasisme saat Benfica kalah 0-1 dari Real Madrid dalam laga pertama play-off Liga Champions pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Pemain sayap asal Brasil yang merupakan jagoan Real Madrid itu mencetak satu-satunya gol pada menit ke-50 melalui tendangan melengkung yang indah dari luar kotak penalti.
Namun, saat ia berlari untuk menari di pojok lapangan, ia dilempari berbagai benda oleh pendukung tuan rumah di Stadion da Luz. Ia kemudian mendapat kartu kuning dari wasit karena dianggap mengejek penonton.
Ketegangan memuncak akibat komentar dari pemain lawan asal Argentina, Gianluca Prestianni. Pertandingan sempat terhenti selama 10 menit setelah Vinicius mengaku telah dilecehkan secara rasis.
Komentar Mourinho
Saat ia berjalan menuju bangku cadangan, Mourinho tampak membisikkan sesuatu kepadanya dan keduanya terlihat berbincang serius.
Pelatih berusia 63 tahun itu kini mengungkapkan apa yang sebenarnya ia katakan, sebelum akhirnya ia sendiri diusir keluar lapangan karena meninggalkan area teknis dan memprotes kartu kuning pertama Vinicius dengan agresif.
Baca juga: Klarifikasi Jose Mourinho atas Insiden Rasisme Vinicius Jr saat Real Madrid Kalahkan Benfica
"Sayangnya, dia tidak cukup hanya merasa senang setelah mencetak gol indah tersebut. Saat Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang sopan," kata Mourinho mengenai Vinicius dalam konferensi pers usai pertandingan melansir givemesport.
Sang juru taktik juga dapat pertanyaan terkait apakah Vinicius memicu konflik yang ia terima setelah gol tersebut.
"Ya, saya yakin begitu. Saya ingin bersikap netral, saya tidak ingin mengatakan saya memercayai Prestianni dan tidak memercayai Vini karena mereka mengatakan dua hal yang sangat berbeda. Saya ingin tetap netral, dan saya tidak memberikan komentar mengenai hal itu," katanya menjelaskan.
Pembelaan Mourinho kepada Benfica
Saat pemain Brasil itu menuju bangku cadangan untuk beristirahat sejenak, Mourinho terciduk lagi-lagi berbicara kepada pemain Madrid tersebut.
Mourinho menegaskan kembali pendapatnya bahwa bintang Real Madrid itu telah memicu sebagian pelecehan yang ia terima dari tribun.
Ia juga yakin bahwa para pemain Benfica tidak akan melakukan rasisme.
"Saya mengatakan hal itu kepadanya. Saya katakan, 'Saat Anda mencetak gol seperti itu, cukup rayakan dan kembali berjalan.' Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya katakan kepadanya, 'Sosok terbesar dalam sejarah klub ini (Benfica) adalah orang kulit hitam," tegasnya.
"Hal terakhir yang mungkin terjadi di klub ini adalah rasisme. Jika di dalam pikirannya ada sesuatu yang berkaitan dengan hal itu, inilah Benfica," jelasnya menambahkan.
Mourinho Diskors
Pertandingan berlangsung sangat berbeda dari pertemuan terakhir kedua tim.
Baca tanpa iklan