Fabregas Realistis Hadapi AC Milan: Como Bukan Penantang Juara, Tapi Punya Ambisi Besar
Fabregas pilih realistis hadapi AC Milan, sebut timnya memang kalah pengalaman namun akui anak asuhnya punya ambisi besar.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Cesc Fabregas optimistis Como 1907 bisa tampil lebih baik dan membalas kekalahan saat tandang ke AC Milan, meski tetap realistis soal kekuatan lawan.
- Fabregas menegaskan proyek Como masih tahap awal, penuh pemain muda, dan belum siap bersaing juara—inkonsistensi dianggap bagian dari proses berkembang.
- AC Milan diakui unggul pengalaman dan ketenangan di laga besar, sementara Como menargetkan finis zona Eropa, bukan Scudetto.
TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menatap laga tandang melawan AC Milan dengan ambisi besar. Ia berharap bisa membalas kekalahan 1-3 yang diderita timnya pada pertemuan pertama di awal musim, dan optimistis situasi akan berbeda saat bertanding di San Siro pada Kamis (19/2/2026) pukul 02.45 WIB.
Meski berstatus tim promosi dan berisikan pemain muda, Como tampil mengejutkan di bawah asuhan Fabregas.
Tak heran jika eks gelandang Barcelona itu kini mulai disebut sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di sepak bola Eropa.
Dengan filosofi permainan progresif dan pendekatan taktis modern, Fabregas bahkan disebut-sebut memiliki kemiripan dengan sejumlah manajer elite Eropa saat ini.
Rekam jejak positif bersama Como membuat namanya kian diperhitungkan, terlebih jika mampu mencuri poin atau bahkan kemenangan dari AC Milan.
Menjelang pertandingan, Fabregas berbicara kepada media dan menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada perkembangan tim, bukan pada adu argumen dengan pelatih Milan, Massimiliano Allegri, seperti dikutip dari MilanPress.
“Bermain bagus tidak selalu berarti menang. Sepak bola bisa dijelaskan dengan banyak cara. Yang terpenting adalah melakukan hal yang benar dan mencoba melakukannya dengan benar,” ujar Fabregas.
“Kami adalah klub dan proyek yang masih sangat muda. Itu adalah proses. Kami belum siap untuk memenangkan Scudetto," tambahnya.
Fabregas menegaskan bahwa ketidakkonsistenan adalah bagian alami dari perjalanan tim muda seperti Como.
Menurutnya, kegagalan dan kekalahan justru menjadi alat pembelajaran penting.
Baca juga: AC Milan Ketagihan Pemain Gratisan, Luka Modric Jilid 2 Muncul dari Man City
“Saya tahu kami bermain bagus. Tapi dalam cara saya memahami sepak bola, saya selalu berada di lingkungan yang menuntut kemenangan dengan pemain dan pelatih terbaik,” jelasnya.
“Bagi kami, jalannya tidak selalu lurus. Tapi justru itu yang membuat Anda berkembang dan melihat sepak bola dari perspektif lain," kata Fabregas.
“Jalan ini panjang dan indah. Apa pun hasilnya, baik menang maupun kalah, pesan saya kepada tim selalu sama.”
Realistis Hadapi Kekuatan Milan
Soal Milan, Fabregas bersikap realistis. Ia mengakui Rossoneri memiliki keunggulan pengalaman dan ketenangan yang belum dimiliki timnya.
“AC Milan selalu unggul dalam momen-momen penting. Kami harus beradaptasi. Tidak benar jika menganggap pertandingan ini akan sama seperti sebelumnya,” katanya.