Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Fabregas Realistis Hadapi AC Milan: Como Bukan Penantang Juara, Tapi Punya Ambisi Besar

Fabregas pilih realistis hadapi AC Milan, sebut timnya memang kalah pengalaman namun akui anak asuhnya punya ambisi besar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fabregas Realistis Hadapi AC Milan: Como Bukan Penantang Juara, Tapi Punya Ambisi Besar
Instagram Como 1907
PELATIH COMO - Pelatih Como 1907 asal Spanyol Cesc Fabregas dalam persiapan Serie A Italia musim 2024/2025. Pelatih Cesc Fabregas pilih realistis hadapi AC Milan di Liga Italia 2025/2026 pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, sebut timnya memang kalah pengalaman namun akui anak asuhnya punya ambisi besar. 

“Untuk apa yang kami bangun di Como, saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Tapi mereka yang berpikir Como siap memenangkan Scudetto itu salah. Saya sudah mengatakan itu sejak hari pertama.”

SELEBRASI MODRIC - Pemain AC Milan asal Kroasia, Luka Modric, melakukan selebrasi setelah timnya memperoleh kemenangan skor 2-1 dari Napoli pada lanjutan pekan ke-5 Liga Italia di San Siro Stadium pada Senin (29/9/2025). (Instagram Milan - 29/9/2025)
SELEBRASI MODRIC - Pemain AC Milan asal Kroasia, Luka Modric, melakukan selebrasi setelah timnya memperoleh kemenangan skor 2-1 dari Napoli pada lanjutan pekan ke-5 Liga Italia di San Siro Stadium pada Senin (29/9/2025). (Instagram Milan - 29/9/2025) (Instagram.com/acmilan)

Fabregas juga menyinggung kekalahan dari beberapa tim Serie A lain sebagai bukti bahwa proyek Como masih dalam tahap awal.

“Kami kebobolan banyak gol dari Fiorentina, kami tidak cukup baik melawan Cagliari, Genoa, Atalanta. Kami tidak punya pemain fenomenal atau pemain yang bisa mengubah pertandingan sendirian.”

Dalam pernyataan yang jujur, Fabregas membandingkan skuadnya dengan raksasa Eropa.

“Kami tidak punya Lamine Yamal atau Lewandowski. Tapi kami ingin terus berkembang, berinovasi, dan mempercepat proses,” tegasnya.

“Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami akan menjadi lebih dewasa dan benar-benar memahami apa yang ingin kami capai.”

Fabregas menutup dengan refleksi soal perbedaan pengalaman antara timnya dan Milan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dalam pertandingan besar, AC Milan tetap tenang meski menderita. Mereka menunggu momen. Itu hanya bisa datang dari pengalaman,” katanya, seraya menyinggung nama Luka Modric sebagai contoh pemain yang tak terpengaruh tekanan besar.

“Pengalaman seperti itulah yang belum kami miliki. Dan itulah hal yang harus kami pahami jika ingin terus berkembang," pungkasnya.

Kedua tim mengusung misi berbeda dalam perebutan tiga poin di Stadion San Siro.

AC Milan berambisi memangkas jarak dengan Inter Milan dalam perburuan gelar juara, sementara Como bertekad menjaga peluang finis di zona kompetisi Eropa.

Saat ini, AC Milan menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi 53 poin, tertinggal delapan angka dari Inter Milan yang masih kokoh di puncak.

Di sisi lain, Como mengoleksi 41 poin, hanya terpaut satu angka dari Atalanta yang berada di zona Liga Konferensi Eropa, serta berjarak enam poin dari AS Roma di zona Liga Champions.

(Tribunnews.com/Ali)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas