Latihan pun Sulit, Lapangan Timnas Jepang di Meksiko Mengecewakan
Lapangan latihan yang digunakan Timnas Jepang sewaktu menetap di Monterrey berada dalam keadaan tak layak yang membuat Samurai Jepang kesulitan
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Dwi Setiawan
Sorotan media tertuju kepada Wataru Endo (Liverpool) dan Takehiro Tomiyasu (Ajax).
Sang kapten timnas Jepang, Wataru Endo belum memainkan pertandingan sejak Februari 2026 karena cedera ligamen engkel.
Lima laga terakhirnya di Liga inggris ia juga minim menit bermain.
Bahkan dari akhir tahun 2025 sampai awal Januari 2026, pemain berusia 33 tahun itu melewati 6 pertandingan Liverpool karena cedera engkel.
Faktor kebugaran fisik Wataru Endo dipertanyakan, ditambah dengan penampilan terakhirnya yang jauh dari pelaksaan Piala Dunia 2026. Apakah siap sang kapten menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi di ajang empat tahunan tersebut?
"Dia masih menyentuh bola, dan dalam hal kondisinya, dia mampu meningkatkan secara individu, dan berdasarkan data yang dibutuhkan untuk pertandingan, dia mencapai titik di mana dia dalam kondisi yang cukup baik untuk bermain," kata Moriyasu, dikutip dari Soccer King.
"Dia akan dapat bermain di tahap akhir musim Liga Inggris dan selama periode persiapan menjelang Piala Dunia 2026."
"Tim medis telah mengkonfirmasi bahwa dia dapat meningkatkan kondisinya, dan kami memiliki rencana yang jelas untuk kepulangannya," jelasnya.
Kondisi Takehiro Tomiyasu tak jauh berbeda dengan Endo di musim ini. Mantan pemain Arsenal itu sering melewatkan pertandingan Ajax karena mengalami cedera.
Musim ini di Eredivisie, Tomiyasu hanya memainkan 205 menit dalam 7 pertandingan.
"Dari segi fisik, setelah menonton pertandingan sebelumnya, saya memilihnya karena dia memiliki kemampuan untuk bersaing dalam setiap situasi sesuai standar Piala Dunia," ungkap Moriyasu.
Jagokan Jepang
Pamor Jepang sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia sudah tak perlu diragukan lagi.
Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya komposisi pemain timnas mereka yang berkiprah di luar negeri.
Hanya segelintir saja penggawa yang masih mengadu nasib di kompetisi sendiri dalam skuad tersebut.