Jerman vs Curacao, Melihat Dua Sisi Koin Piala Dunia Format 48 Tim
Di balik pesta gol Der Panzer, tersimpan gambaran nyata mengenai dua sisi dari format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara.
Penulis:
Matheus Elmerio Manalu
Editor:
Content Writer
Kekhawatiran itulah yang kembali mencuat setelah Jerman membungkam Curacao dengan selisih enam gol. Bagi para pengkritik format 48 tim, hasil seperti ini dianggap sebagai konsekuensi yang sulit dihindari ketika tim elite dunia bertemu negara yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Piala Dunia.
Setelah sempat dibuat terkejut oleh gol Comenencia, Jerman menunjukkan perbedaan kualitas yang sangat mencolok. Tim asuhan Julian Nagelsmann kembali unggul melalui sundulan Nico Schlotterbeck sebelum akhirnya mencetak tujuh gol ke gawang lawan.
Baca juga: Jerman Sudah Memulai, 4 Laga Ini Berpotensi Jadi Pembantaian Berikutnya di Piala Dunia 2026
Kai Havertz mencetak dua gol, Felix Nmecha tampil impresif, sementara Jamal Musiala menunjukkan performa terbaiknya dengan kontribusi gol dan permainan yang dominan di lini tengah. Sepanjang pertandingan, Jerman mengontrol jalannya laga dan membuat Curacao kesulitan mengembangkan permainan.
Skor akhir 7-1 menjadi bukti bahwa jurang kualitas antara negara elite sepak bola dunia dan tim debutan masih cukup lebar. Inilah yang sejak awal dikhawatirkan oleh para pengkritik format 48 tim, yakni munculnya lebih banyak pertandingan yang kurang kompetitif karena ketimpangan level antarpeserta.
Jika gol pertama Livano Comenencia menjadi simbol keberhasilan FIFA memperluas akses menuju Piala Dunia, maka skor 7-1 yang tercipta di Houston menjadi pengingat bahwa jurang kualitas antarnegara masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab oleh format baru ini.
Untuk informasi lengkap seputar Piala Dunia 2026 kunjungi superskor.id, portal berita sepak bola paling update.
Baca juga: Singkirkan Keraguan ala Sang Favorit Grup E, Nagelsmann Puji Kemenangan Telak Jerman