Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Viral di Media Sosial Data e-KTP dan KK Warga Diperjualbelikan Secara Ilegal

Media sosial tengah diramaikan dengan sebuah utas yang mengungkapkan adanya transaksi jual beli data NIK e-KTP dan KK secara ilegal.

Viral di Media Sosial Data e-KTP dan KK Warga Diperjualbelikan Secara Ilegal
Twitter/@hendralm
Viral utas di Twitter yang mengungkapkan data e-KTP dan KK diperjualbelikan secara ilegal pada Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial tengah diramaikan dengan sebuah utas yang mengungkapkan adanya transaksi jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) secara ilegal di Facebook.

Utas ini ditulis oleh akun Twitter bernama @hendralm pada Kamis (25/7/2019).

Hingga tulisan ini dibuat, utas tersebut sudah di-retweet sebanyak 22 ribu kali lebih dan di-likes lebih dari 11 ribu netizen lainnya.

Baca: Jadwal Bioskop XXI Ambon City Center Sabtu 27 Juli 2019, Dua Garis Biru, Spider-Man: Far from Home

Baca: Minggu Jadwal Tes Psikologi, Ketua Pansel KPK Ingatkan Peserta Wajib Hadir

 

Melalui utas yang ditulisnya, @hendralm mengungkapkan adanya grup Facebook bernama ' DREAM MARKET OFFICIAL' yang berisi tentang transaksi jual beli data NIK dan KK secara ilegal.

"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila," tulis @hendralm di utasnya.

Dalam utasnya tersebut, @hendralm juga mengungkapkan ada akun yang memiliki seribu data KTP dan juga foto selfie.

Tak hanya itu, @hendralm juga membeberkan adanya akun Facebook yang memiliki data NIK + KK sebanyak satu kecamatan.

Tak hanya itu, Hendra juga mencantumkan beberapa tangkapan layar yang memperlihatkan oknum-oknum pengguna Facebook melakukan transaksi jual beli data NIK dan KTP di grup Facebook tersebut. 

Tim Tribunnews.com kemudian berusaha menghubungi pemilik akun @hendralm terkait utas yang ia buat.

Pemilik akun yang bernama asli Hendra Hendrawan ini menjelaskan asal mula dirinya mengetahui adanya grup Facebook ini.

"Awalnya saya menemukan grup ini dari temen Facebook saya yang update status di bulan Februari lalu. Dia update kena tipu sama anggota grup itu. Nah saya iseng join grup ini," jelas Hendra melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (27/7/2019).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas