Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Semangat Inovasi

Bermodal Rp880 Ribu, Pengusaha Ini Populerkan Kopi Lokal dan Bantu Sejahterakan Petani

Bermodalkan Rp880 ribu, Beskabean Coffee Roastery sudah jauh berkembang sangat pesat, bahkan juga turut menyejahterakan para petani kopi lokal

BizzInsight
Bermodal Rp880 Ribu, Pengusaha Ini Populerkan Kopi Lokal dan Bantu Sejahterakan Petani
Istimewa
Hendra Susanto, founder Beskabean Coffee Roastery. 

TRIBUNNEWS.COM - Kopi menjadi minuman yang tak bisa lepas dari keseharian masyarakat. Kita dapat dengan mudah menemukan produk minuman ini pada kedai kopi di sekitar kita.

Sementara itu, di balik segelas kopi yang kita minum, tersimpan banyak kisah sukses para pelaku usaha kopi yang mungkin belum pernah kita dengar sebelumnya. Salah satunya adalah kisah milik Hendra, pemuda asal Palembang yang mendirikan Beskabean Coffee Roastery.

Mengawali usaha dengan perjalanan panjang dan fokus pada kopi roastery, kini usaha miliknya sudah jauh berkembang sangat pesat, bahkan juga turut menyejahterakan para petani kopi lokal.

Selasa (23/2/2021) lalu, Tribunnews berkesempatan mewawancarai Hendra terkait kisah tentang bagaimana ia mulai merintis Beskabean Coffee Roastery hingga mempopulerkan kopi Semendo yang merupakan kopi khas Sumatera Selatan.

Memulai dengan modal Rp880 ribu

Hendra memulai usaha selepas dirinya undur diri dari salah satu perusahaan swasta di Kota Palembang karena masalah kesehatan. Kemudian, dengan uang pesangon yang diterimanya setelah delapan tahun bekerja, ia pun mencoba untuk berinvestasi.

Sayangnya, uang ratusan juta yang diinvestasikannya ternyata tidak memberikan hasil baik. Hendra memberanikan diri membuka bisnis susu kedelai dan jus sari kacang di tahun 2015, namun hasilnya stagnan.

Akhirnya, berbekal sisa uang Rp880.000, Hendra memutuskan banting setir membuka usaha lain, yakni usaha kopi. Inilah salah satu titik balik dalam hidupnya.

Kopi Semendo Beskabean

“Jadi modal awal Rp880 ribu saya pakai untuk beli mesin-mesin yang murah jaman dulu di tahun 2016, kayak grinder yang murah, terus wajan kuali. Dan memang bisnis Beska dari awal kita fokus di roastery. Tapi ya saya mulai semua dari nol, dari wajan kuali dan memang sama sekali tidak tahu tentang kopi,” ungkapnya.

Ketika itu, Hendra pun bercerita bahwa ia bertemu dengan petani kopi Semendo yang merupakan kopi lokal Sumatera Selatan dan meminjamkannya 6 kg kopi jenis robusta untuk membuka usaha kopi. Itulah titik awal Hendra memperkenalkan kopi Semendo yang jadi salah satu kategori minuman favorit pada Anugerah Pesona Indonesia Award 2020.

Setelah itu, di tahun 2017 Hendra pun mengikuti program Wirausaha Bank Indonesia. Ia mendapat pelajaran manajemen bisnis lebih luas tentang kopi dengan pendampingan penuh dari Bank Indonesia.

Berkembang pesat dan turut sejahterakan petani lokal

Kualitas green bean berkualitas adalah yang dijaga dari sejak pengolahan pascapanen oleh petani. Untuk itu, demi menjaga kualitas dari biji kopi yang dihasilkan para petani lokal, Hendra membuka koperasi dan bersinergi bersama beberapa stakeholder seperti untuk mengangkat pamor kopi Semendo terutama yang berjenis arabika.

Kopi arabika Semendo yang memiliki nilai ekonomis tiga kali lipat dari robusta diharapkan dapat menaikkan nilai ekonomi masyarakat petani kopi Semendo dan sekitarnya.

Selain menyejahterakan para petani lokal, Beskabean sendiri juga turut berkembang sangat pesat. Bahkan, saat ini selain offline store pusat di Palembang, Beskabean juga telah membuka 5 cabang coffee shop di Palembang dan 3 cabang coffee shop di Jakarta dengan total karyawan sekitar 20 orang.

Kopi Semendo, lanjut Hendra, juga sempat ia perkenalkan hingga ke luar negeri, seperti ketika ada pameran di Singapura hingga di ajang Cafe Asia. Beskabean pun sudah pernah mengirimkan produknya ke Singapura, Malaysia, dan juga Australia.

Kopi Halu dan RancaBali Beskabean

Selain menjualnya langsung kepada pelanggan, Hendra mengungkapkan bahwa produk kopi roastery dari Beskabean juga telah disuplai ke beberapa tempat lain seperti hotel bintang lima di Palembang.

Kopi lain dari Beskabean

Raup omzet puluhan juta perbulan dan perluas penjualan ke marketplace

Salah satu rahasia penjualan produk Beskabean kian laris, bahkan ketika di tengah pandemi sekalipun, adalah dengan memperluas penjualan online melalui marketplace Tokopedia.

Berjualan di Tokopedia sejak 2019 tak hanya mendongkrak penjualannya hingga kini, tetapi juga mampu membawa Beskabean bertahan pada masa sulit di awal pandemi, di saat banyak kedai kopi harus tutup.

Meskipun berjualan online, Hendra tetap memastikan kualitas terbaik dari produk kopi roastery miliknya. Hal itu tampak pada statistik tokonya di Tokopedia dengan rating 5 dan lencana silver 4.

Beskabean Roastery Coffee di Tokopedia

“Kalau untuk saya sebagai penjual lihat Tokopedia itu lebih simple dan mudah dipahami. Terus nggak ada gimmick dan apa adanya, jadi real aja. Karena itu, kita akhirnya nggak ada di marketplace lain cuma di Tokopedia sampai dengan sekarang. Untuk seluruh kebutuhan dari luar dan produk bahan baku kita beli di Tokopedia juga,” ungkapnya ketika ditanya alasan mengapa memilih Tokopedia untuk berjualan online.

Untuk penjualan di Tokopedia sendiri, pria kelahiran 1981 ini bercerita bahwa ia rutin memanfaatkan fitur TopAds dan Bebas Ongkir untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, yang mana Kalimantan, NTT, Bali, dan Sulawesi disebut sebagai daerah dengan pemesan terbanyak.

Kerja keras Hendra dalam merintis usaha yang digelutinya berbekal modal Rp880.000 kini telah berbuah manis. Ia bisa meraih omzet rata-rata Rp20 jutaan per bulan dan total omzet yang mencapai hingga Rp155 juta rupiah perbulan untuk store yang di Palembang dan tempat roastery pusat. Bahkan, omzet tersebut pun belum terhitung dengan pendapatan yang ada di cabang lainnya.

Semenjak Beskabean menawarkan produknya melalui Tokopedia, penjualannya pun selalu meningkat setiap bulannya dan terus memperoleh keuntungan terutama semenjak November 2020, di mana Beskabean mencatatkan total penjualan lebih dari 1.400 order dengan total omzet per bulan lebih dari 26 juta rupiah. Ke depannya, Hendra berharap Beskabean dapat terus berkembang dan bermanfaat untuk lebih banyak orang mulai dari para petani kopi, coffee shop, tempat yang disuplai, dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Ia pun berharap agar kopi Indonesia bisa bersaing dengan kopi dari negara lain.

“Kopi indonesia itu unik dan juga memiliki aneka ragam yang banyak. Kopi-kopi nusantara itu uniknya kalo misalkan dia beda tempat, beda karakter rasa. Jadi seluruh kopi enak, tapi uniknya kopi di Indonesia, kopi dari satu desa, satu wilayah, itu akan beda. satu desa dengan desa sebelahnya juga akan beda. Ketinggian semakin tinggi karakternya semakin unik,” tutup Hendra.

Penulis: Nurfina Fitri Melina/Editor: Bardjan

Ikuti kami di
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas