Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BSSN: Strategi Keamanan Siber dan Perlindungan Data Perlu Libatkan Semua Pemangku Kepentingan

Selain melaksanakan strategi keamanan siber Indonesia tidak hanya difokuskan pada pemerintah, BSSN juga melibatkan semua unsur pemangku kepentingan.

BSSN: Strategi Keamanan Siber dan Perlindungan Data Perlu Libatkan Semua Pemangku Kepentingan
dok. BSSN
Webinar ATISI Digital Forum membedah topik keamanan siber dan perlindungan data pribadi, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keamanan siber dan perlindungan data telah menjadi isu prioritas seluruh negara di dunia sejak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari aspek sosial, ekonomi, hukum, organisasi, kesehatan, pendidikan, budaya, pemerintahan, keamanan, pertahanan, dan lain sebagainya.

Isu ini menjadi topik bahasan hangat di webinar ATISI Digital Forum yang dibuka oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Kamis (25/3/2021).

“Badan Siber dan Sandi Negara melaksanakan strategi keamanan siber Indonesia tidak hanya difokuskan pada pemerintah, tapi melibatkan semua unsur pemangku kepentingan, yaitu pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat/komunitas yang disebut sebagai Quad Helix,” ujar Hinsa Siburian dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Proteksi BSSN Akhmad Toha, S.A.P.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI), Dr. Ir.Sanny Suharli, yang menjadi tuan rumah webinar ini.

Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. TB Hasanuddin, S.E., M.M. memaparkan. Kementerian Kominfo bersama-sama dengan Komisi I DPR RI telah melakukan pembahasan terhadap RUU Pelindungan Data Pribadi.

Baca juga: Kejahatan dan Etika Siber Makin Memprihatinkan, BSSN Luncurkan Portal Digital Citizenship

“RUU Perlindungan Data Pribadi menjadi landasan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara Republik Indonesia dalam beraktivitas di era digital,” kata TB Hasanudin.

Baca juga: Pandemi Percepat Transformasi Digital, SDM Jadi Pilar Utama Hadapi Serangan Siber

KISA (Korea Internet and Security Agency), sebagai lembaga di di bawah Ministry of Science and ICT Korea, dan bertanggung jawab atas keamanan internet dan informasi di Korea Selatan, juga menegaskan pentingnya strategi keamanan siber nasional dan perlindungan informasi guna meningkatkan daya saing global.

“Bisnis penyedia layanan harus memberikan kepercayaan digital kepada pelanggan dengan cara melakukan perlindungan data. Tanpa adanya digital trust, lambat laun pelaku bisnis digital akan ditinggalkan oleh para pelanggannya,” ungkap Panji Wasmana, National Technology Officer dari Microsoft Indonesia.

Salah satu pelaku bisnis di industri fintech peer to peer (P2P) lending, Koinworks menyatakan, perlindungan pengguna, keamanan data maupun privasi sudah menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasional bisnis maupun pengembangan inovasi produk.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas