Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aksi Phising dan Tag Akun Porno Marak di Facebook, Pakar Keamanan Siber Ungkap Penyebabnya

Pelaku dalam meluncurkan aksinya juga menyelipkan aksi phishing yang bertujuan untuk mencuri kredensial Facebook korbannya.

Aksi Phising dan Tag Akun Porno Marak di Facebook, Pakar Keamanan Siber Ungkap Penyebabnya
Pixabay.com/FirmBee
Facebook 

Saat situs phishing sudah disiapkan, tentu tidak akan langsung menarik banyak korban. Alfons mengatakan, tidak mungkin aksi tag akun porno massal ini menggunakan fitur Facebook Ads karena iklan seperti ini pasti tidak akan lolos sensor.

Maka, pelaku memilih opsi mention sebagai cara untuk membuat situs tersebut viral. Mention itu sangat mirip dengan Tag yang kira-kira seperti 'mencolek' atau menurut Facebook 'menyebut'.

Facebook sendiri mengizinkan penggunanya untuk saling mention siapa pun, meski tidak saling kenal atau berteman. Hal ini jadi jalan bagi pelaku siber untuk melancarkan aksi ini.

"Hal ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh pembuat aksi ini dan dipadukan aksi phishing yang tiap kali berhasil mencuri kredential Facebook korbannya. Maka akun tersebut langsung dipakai untuk melakukan mention massal kepada sebanyak mungkin kontak," ungkap Alfons.

Melihat dari kecepatan mention, aksi mention ini kemungkinan besar dilakukan oleh script secara otomatis sehingga dalam waktu singkat, puluhan ribu akun Facebook akan di-mention dan situs ini akan mendadak populer.

Ketika korban yang di-mention mengunjungi Facebook Page tersebut, ia akan mendapatkan tombol Tonton Video, dan jika itu diklik, korban akan dialihkan pada situs phishing yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Hal ini bisa dicegah, apabila korbannya terlindungi oleh antivirus yang baik. Ketika antivirus itu diaktifkan akan langsung muncul peringatan kalau situs yang dikunjungi adalah situs berbahaya, beresiko tinggi dan mengandung aktivitas Phishing atau situs palsu yang bertujuan mencuri kredensial seperti yang terdeteksi oleh Webroot Web Threat Shield.

Tanpa antivirus seperti Webroot, korban yang mengklik tombol Tonton Video akan langsung mendapatkan situs phishing yang dirancang seakan seperti Facebook meminta konfirmasi ulang dan meminta pengguna memasukkan email dan kata sandi.

Perlu diketahui, bahwa laman login itu bahkan tidak menggunakan domain Facebook tetapi menggunakan situs lain.

Jika korban memasukkan kredensial Facebooknya dalam situs phishing ini, akunnya akan dipakai untuk menyebarkan informasi Facebook Page yang dibuat dengan mention massal. Sehingga pelaku bisa menjalankan aktivitas di Facebook tanpa diketahui pemilik akun aslinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas