Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Ada Tren Peningkatan Ancaman Siber yang Menargetkan Sektor Bisnis di Indonesia

Ancaman siber dan serangan ransomware baru-baru ini menjadi ancaman bagi dunia bisnis di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ada Tren Peningkatan Ancaman Siber yang Menargetkan Sektor Bisnis di Indonesia
Tribunnews/JEPRIMA
Founder dan Chief Executive Officer of CYFIRMA Kumar Ritesh bersama Co-Founder & Chief Operating Officer ViBiCloud Ramon Hadypratomo dan Managing Director of NEXTGEN Indonesia Sanny Hadinata menjadi pembicara pada konferensi pers VibiCloud X-TIS di Jakarta, Rabu (22/11/2023). Kerjasama strategis untuk memperkuat kemanan siber di Indonesia, menjauhkan risiko serangan ransomware dan pelanggaran data dengan solusi ViBiCloud X-TIS (External Threat Intelligence Service). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Siber Nasional dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan sebanyak 1,6 miliar serangan siber tercatat di Indonesia pada tahun 2021.

Ancaman siber dan serangan ransomware baru-baru ini menjadi ancaman bagi dunia bisnis di Indonesia.

Praktisi keamanan siber, Alfonsus Bram mengatakan, data terbaru menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan dalam ancaman siber yang menargetkan bisnis di Indonesia.

"Pelaku ancaman dan peretas secara aktif mengeksploitasi kerentanannya dan menempatkan perusahaan dalam risiko," kata Alfonsus Bram di sela-sela kerjasama Vibicloud, Cyfirma, dan Nextgen Indonesia di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Melalui kerjasama ini bisnis di Indonesia akan merasakan manfaat solusi keamanan siber yang terintegrasi sepenuhnya yang didukung teknologi AI (Artificial intelligence) terkini dan dikelola oleh tim ahli keamanan siber.

Dikatakan CEO ViBiCloud ini, serangan ransomware telah mengalami peningkatan signifikan dalam frekuensi dan kompleksitas, menyumbang 50 persen dari semua serangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk itu, kata dia diperlukan layanan yang akan mampu membangun benteng untuk melawan serbuan penyerang siber.

"Tentunya bukan hanya memberikan pandangan mendalam ke dalam kerentanan keamanan perusahaan, sebagaimana dilihat melalui lensa seorang peretas namun juga memungkinkan bisnis untuk secara aktif mengenali, mengevaluasi, dan menanggapi potensi risiko digital," katanya.

Baca juga: Cegah Serangan Siber ke Data Nasabah, Perbankan Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Semua langkah ini, kata dia diarahkan untuk menjaga keamanan aset berharga dan data sensitif dengan tindakan yang tepat dan efisien.

Founder dan CEO Cyfirma, Kumar Ritesh menilai penting kerjasama strategis untuk melindungi bisnis dari ancaman siber yang terus berkembang dan platform Detct dari Cyfirma memberikan wawasan yang berharga tentang potensial serangan.

"Juga soal kerentanan, pelanggaran data, dan aset yang berisiko dieksploitasi oleh kelompok peretas," katanya.

Baca juga: Layanan Jasa Keuangan Asia Pasifik Jadi Sasaran Terbanyak Serangan Siber

Managing Director Nexgen Indonesia, Sanny Hadinata menjelaskan pentingnya kesinambungan dalam cybersecurity.

“Kami memastikan bahwa enterprise di Indonesia memiliki akses terhadap keamanan siber yang tepat yang menjadi sebuah dukungan untuk membangun channel ecosystem yang stabil," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas