Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Studi Lenovo Ungkap Pengeluaran Adopsi AI di ASEAN+ Naik 2,7 Persen 

Meskipun pengeluaran untuk AI terus meningkat, adopsi teknologi di kawasan ASEAN+ masih berada pada tahap awal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Studi Lenovo Ungkap Pengeluaran Adopsi AI di ASEAN+ Naik 2,7 Persen 
Lita/Tribunnews
ADOPSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE-[ki-ka] Senior VP Infrastructure Solutions Group Lenovo Worldwide Vlad Rozanovich, President Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pacific Sumir Bhatia, ED and GM Solutions & Services Group Lenovo Asia Pacific Fan Ho dan General Manager Lenovo Indonesia Budi Janto. Lenovo’s CIO Playbook 2025 menunjukkan bahwa pengeluaran untuk AI di kawasan Asia Pasifik (AP) meningkat signifikan, mencapai 3,3 kali lipat dan di wilayah Association of Southeast Asian Nations (ASEAN+1), angka tersebut tercatat naik 2,7 kali lipat. 

"Secara global, 63 persen organisasi memilih infrastruktur on-premise dan hybrid untuk AI, dengan ASEAN+ mencatat tingkat adopsi yang lebih tinggi. Hal ini mencerminkan fokus yang kuat pada inovasi sekaligus memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap kebutuhan spesifik AI. Dengan solusi AI canggih yang menyeluruh, infrastruktur yang lebih cerdas, dan kemitraan strategis, Lenovo mendorong penerapan AI yang lebih cerdas untuk semua," ucap Budi.

AI PC: Adopsi Awal Menunjukkan Peningkatan Produktivitas

AI PC semakin diminati di Asia Pasifik, dengan 43 persen organisasi melaporkan peningkatan produktivitas yang signifikan.

Meskipun kesadaran terhadap teknologi ini meningkat, adopsinya masih berjalan lambat di berbagai pasar. Di ASEAN+, 65 persen organisasi telah memasuki tahap perencanaan untuk mengadopsi PC berbasis AI.

Seiring dengan semakin matangnya teknologi dan terbuktinya pengembalian investasi (ROI), laju adopsi diperkirakan akan semakin cepat, mendorong transformasi tempat kerja digital yang lebih luas.

Kebutuhan Akan Kemitraan

Dengan semakin banyaknya organisasi yang memperluas upaya AI mereka, 34 persen CIO di Asia Pasifik dan 44 persen CIO di ASEAN+ secara aktif memanfaatkan layanan AI profesional untuk mengatasi tantangan dalam manajemen data, keterbatasan talenta dan efisiensi biaya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menariknya, 56 persen CIO di ASEAN+ lainnya sedang menjajaki atau merencanakan penggunaan layanan ini dalam waktu dekat.

Kolaborasi ini membantu mengatasi keterbatasan kemampuan internal, memungkinkan organisasi untuk lebih fokus pada peningkatan keterampilan tim mereka, serta membangun ketahanan jangka panjang.

Executive Director dan General Manager, Solutions and Services Group Lenovo Asia Pacific Fan Ho, menyebut adopsi AI bukan hanya tentang keuntungan jangka pendek. Organisasi perlu berinvestasi dalam desain yang efisien, penerapan yang tepat dan integrasi solusi AI ke dalam operasional mereka untuk memastikan dampaknya dapat terukur.

"Layanan AI profesional memainkan peran penting dalam membantu organisasi mengadopsi AI dengan sukses melalui pendekatan berbasis hasil. Solusi seperti Lenovo AI Fast Start semakin mempercepat proses ini, memungkinkan bisnis untuk dengan cepat melakukan uji coba, mengoptimalkan, dan meningkatkan skala inisiatif AI dengan bimbingan ahli serta kerangka kerja yang telah teruji," jelas Fan Ho.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas