Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Viral Aplikasi untuk Cek Apakah Penghuni Rumah yang Tinggal Sendiri Masih Hidup

Aplikasi keamanan viral di China karena membantu memantau kondisi orang yang tinggal sendirian dengan sistem tombol kehadiran setiap 48 jam.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Viral Aplikasi untuk Cek Apakah Penghuni Rumah yang Tinggal Sendiri Masih Hidup
Tribunnews.com
APLIKASI VIRAL - Tangkap layar tampilan aplikasi Demumu di situs web App Store. Aplikasi keamanan viral di China karena membantu memantau kondisi orang yang tinggal sendirian dengan sistem tombol kehadiran setiap 48 jam. 

Jika pengguna tidak mengonfirmasi status aman sebelum waktu habis, ponsel akan secara otomatis membagikan lokasi serta mengirimkan peringatan ke kontak darurat yang telah ditentukan.

Namun, fitur ini memiliki keterbatasan.

Safety Check tidak bisa diatur sebagai pengecekan berulang secara otomatis.

Pengguna harus mengaktifkannya secara manual setiap kali, karena timer hanya berlaku untuk satu kali penggunaan.

Berbeda dengan itu, setelah pengguna mengatur aplikasi Are You Dead?, sistem akan berjalan otomatis tanpa perlu diaktifkan ulang setiap waktu pengecekan, sehingga dinilai lebih praktis bagi mereka yang tinggal sendirian.

Selain Safety Check, terdapat pula sejumlah aplikasi Android lain dengan fungsi serupa, seperti Snug Safety dan Life360.

Kedua aplikasi tersebut juga dapat memicu peringatan otomatis apabila pengguna melewatkan jadwal pengecekan yang telah ditentukan.

Kata Pakar soal Fenomena Hidup Sendirian

Rekomendasi Untuk Anda

Sosiolog Prof. Barış Erdoğan dari Uskudar University, Turki, menyatakan bahwa dampak kesepian merupakan masalah yang kerap diabaikan, padahal membawa risiko kesehatan yang serius.

Mengutip uskudar.edu.tr, Profesor Erdoğan menyebut bahwa pandemi terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir adalah fenomena hidup sendirian.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah individu yang hidup sendiri merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor sosial, ekonomi, teknologi, dan psikologis.

Jika sebelumnya hidup sendirian lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut, kini fenomena tersebut justru banyak dialami oleh kelompok usia muda dan paruh baya.

Profesor Barış Erdoğan juga menyoroti luasnya keragaman demografis di antara individu yang hidup sendiri.

Ia mengatakan, “Berbagai kelompok usia, mulai dari profesional muda hingga pensiunan lanjut usia, mengadopsi gaya hidup ini atau terpaksa menjalaninya. Selain itu, terdapat beragam status perkawinan di antara mereka yang hidup sendirian, seperti lajang, bercerai, atau janda dan duda.”

Menurut Erdoğan, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap individu yang hidup sendirian.

“Karantina dan isolasi sosial telah mengungkap tantangan sekaligus menegaskan pentingnya isu kesepian dan hidup mandiri. Pandemi membuat banyak orang lebih menghargai jaringan dukungan sosial. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga membuat kita semakin bergantung pada alat komunikasi digital,” ujarnya.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas