Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tradisi Unik di Desa Tenganan Bali, Ayunan Tradisional dan Perang Pandan

Berkunjung ke Bali rasanya kurang lengkap jika tidak berkunjung ke desa tua ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Tradisi Unik di Desa Tenganan Bali, Ayunan Tradisional dan Perang Pandan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ayunan tradisional berbahan kayu di Desa Tenganan, Pengringsingan, Karangasem, Bali. 

Meskipun hanya sebagai sebuah sarana hiburan, namun prosesi ayunan memiliki filosofi tersendiri.

Yakni tentang kehidupan yang seperti ayunan ini yang memiliki poros dan selalu berputar.

Memang melihat proses permainan ini tak biasa dan tampak cukup berbahaya, namun sejauh ini menurut Sudioastika masih aman dan di bawah pengawasan.

Prosesi ayunan ini hanya khusus dilakukan dalam ritual Usabha Sambah, pada bulan kelima yang disebut Sasih Sambah selama sebulan.

Sasih Sambah ini merupakan bulan berlangsungnya upacara-upacara adat terbesar di Desa Tenganan yang termasuk desa Bali Aga (Bali Tua).

Ayunan dipasang selama 18 hari, mulai dari 27 Mei.

Ayunan tersebut merupakan benda yang disakralkan dan tidak bisa digunakan sembarangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Upacara digelar setelah lima hari pemasangan.

Baru setelah itu, baik para penduduk dan orang-orang umum lainnya dapat menggunakan ayunan tersebut.

"Ayunan baru bisa digunakan usai digelar persembahyangan," ungkapnya.

Ayunan ini merupakan ayunan tua yang diwariskan secara turun temurun sebagai bentuk tradisi di masyarakat Desa Tenganan.

Meski usianya sudah tua, ayunan yang terbuat dari kayu Cempaka yang diambil dari hutan di perbukitan yang mengelilingi desa, itu tetap terlihat kokoh.

Simbol Penghormatan Kepada Dewa Indra

Sebelum prosesi ayunan, digelar tradisi Perang Pandan atau Mekare-kare.

Perang Pandan
Perang Pandan atau Mekare-kare di Desa Tenganan, Pengringsingan, Karangasem, Bali. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Dengan bertelanjang dada, kedua tangan mereka pun tak kosong begitu saja.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas