Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wisata di Pesisir Bintan, Liburan Bertemankan Pasir Putih dan Laut yang Tenang

Tidak bisa berenang? Jangan khawatir, pelancong tetap bisa melihat ikan warna-warna berenang di antara terumbu biru, merah muda, hingga abu-abu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wisata di Pesisir Bintan, Liburan Bertemankan Pasir Putih dan Laut yang Tenang
KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Salah satu sudut tempat wisata Bintan, Kepulauan Riau. Pulau Bintan menawarkan paduan wisata hutan dan bahari. Pehobi lari, sepeda lintas alam, memancing, dan pehobi selam menjadikan bintan salah satu tempat pelesir. 

TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak terjun ke laut di pesisir Bintan, Kepulauan Riau.

Ikan yang berenang di antara terumbu karang menanti di bawah permukaan air.

Pesisir yang paling tepat disambangi adalah sisi timur dan utara yang berhadapan dengan laut terbuka.

Sisi selatan dan barat berhadapan dengan selat-selat dan ramai dilayari aneka kapal.

bintan
Pengunjung melintas di pelataran Plaza Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Wakil Presiden Jusuf Kalla hari Minggu (31/5) meresmikan kawasan pariwisata di Bintan. Kawasan ini diharapkan mampu mendukung kemajuan industri pariwisata dan mendukung pencapaian target 20 juta wisatawan berkunjung ke Indonesia pada 2019. (Kompas/Wisnu Widiantoro)

Dari bandara atau pelabuhan, tergantung dari pelancong datang dengan pesawat atau kapal, perjalanan diarahkan ke Kawal atau Trikora.

Pastikan sudah mendapat kamar sebelum tiba di pesisir Bintan.

Pada waktu-waktu tertentu, kamar-kamar di pesisir Bintan dipenuhi pelancong dari beberapa negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Jangan sampai waktu liburan dihabiskan untuk berkeliling mencari penginapan.

Di Bintan, sebagian besar penginapan berada di tepi atau dekat pantai.

Ada hotel berkonsep kamar-kamar seperti lazimnya penginapan di tempat lain.

Ada pula penginapan yang menyediakan rumah-rumah mungil dan terpencar satu sama lain.

Bahkan, ada hotel yang benar-benar menawarkan suasana alami.

Rumah mungil berdinding papan atau bambu, ranjang dilengkapi kelambu, dan tentu saja penyejuk ruangan.

Penyejuk ruangan sepenuhnya berasal dari angin laut yang masuk dari jendela-jendela besar dan keteduhan dari pohon kelapa di area hotel.

Sebagian malah tidak menyediakan televisi dan membatasi pasokan listrik.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas